Daerah  

Jelang Mubes KJHLS, Ini Kata Ketua Periode Pertama

Avatar
LAMPUNG SELATAN – Paska dibukanya pendaftaran bakal calon Ketua Komunitas Jurnalis Harian Lampung Selatan (KJHLS), nama-nama jurnalis yang tak asing di kabupaten setempat mulai bermunculan dan mengambil formulir untuk turut meramaikan pesta demokrasi 4 tahunan itu.
Sebut saja, Doni Armadi eks Sekjen KJHLS periode lalu yang juga owner Media-Baru.com, Kepala Biro Siger TV Lampung Selatan (Lamsel) Hendrik Setiawan, Hendra Gunawan owner InfoBerita.id dan terakhir Andarmin owner Jurnalis.co.
Menanggapi kemunculan nama yang ada, Kepala Biro Kupas Tuntas Lamsel, Sodugaon Sinaga atau biasa disapa bang Edu langsung urun berkomentar.
“Saya berharap, KJHLS dalam pergantian pemimpin mengikuti aturan. artinya 3 atau 4 tahun periode kepemimpinan, sejelek-jeleknya pemimpin biarkan berkarya sampai masa periode selesai,” sebut Edu mengawali pembicaraan kepada media, Kamis (16/12/2021) siang.
Selaku mantan Ketua KJHLS periode pertama, Edu juga mewanti-wanti kepada Ketua KJHLS terpilih nanti untuk tidak berbuat neko-neko apalagi menyimpang dari koridor AD/ART organisasi.
“Kecuali, ada sesuatu hal luar biasa yang dia lakukan. Maka, demi menjaga marwah organisasi terpaksa kita bikin Muslub (musyawarah luar biasa, red.),” lanjut Edu dengan nada tegas.
Edu kemudian sedikit bercerita pada era kepemimpinan dulu. Dimana, dirinya mampu membuat terobosan menjalin komunikasi yang apik dalam artian memiliki hubungan baik dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
“Tiap lebaran haji bisa motong sapi, lebaran idul fitri bagi-bagi paket sembako. Itu contoh. Karena, saya bisa melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah setempat,” ujar Edu dengan nada bersemangat.
Edu lantas berpesan, agar kepengurusan periode mendatang mampu menemukan formulasi akurat bagaimana KJHLS bisa menjadi organisasi jurnalis yang mampu memberikan kontribusi lebih terhadap masyarakat khususnya di Lamsel.
“Namanya jurnalis, harus bisa menjadi sosial kontrol terhadap Pemda yang ada.
Jangan hanya ngomong kritik tanpa ada solusi konkrit, sehingga Pemda setempat menerima masukan terkait apa yang harus mereka lakukan,” imbuh Edu seraya menghimbau.
Lebih lanjut, Edu juga menyinggung terkait eksistensi kepengurusan KJHLS terkini. Menurutnya, ada estafet generasi dalam kepengurusan dan menunjukan progres yang terbilang menjanjikan.
“Cukup luar biasa, ada regenerasi yang cukup bagus di KJHLS. Buktinya, banyak calon yang maju, pengkaderan yang bagus
jangan pula menjadi cikal bakal pecahnya organisasi,” pinta Edu.
Edu lantas mengejawantahkan maksud ucapannya, semisal dalam pelaksanaan musyawarah besar (Mubes) nantinya si A yang menang dalam pemilihan, harapannya calon si B si C dan si D tak lantas berujung menyusun gerakan oposisi atau organisasi baru.
“Nah ini ngga bagus, kalau si A yang menang merangkul calon lainnya untuk sama-sama membangun organisasi lebih bagus lebih mantab lebih berguna di Lamsel. Prinsipnya, siap menang siap kalah, kalau ngga siap jangan maju,” kata pria penggemar olah raga tenis meja itu.
Tak kalah penting, Edu juga mengingatkan kembali kepada panitia Steering Commitee (SC) selaku pemangku hajat mubes untuk terus netral dan bersikap profesional terhadap semua calon yang ikut berkompetisi. Terutama, melaksanakan aturan mubes yang berpihak kepada semua calon dan hindari keberpihakan ke salah satu calon tertentu.
Ditanya sosok ideal pemimpin KJHLS kedepan, Edu lantas mengutarakan pemimpin kedepan dituntut untuk memiliki ilmu manajerial yang mampu memenej seluruh anggota KJHLS. Disamping itu, juga mengayomi anggota dan bisa membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah setempat.
“Dari 4 nama calon, sama-sama bagus sehingga bersainglah dengan sehat. Siapapun yang menang, yasudah rangkulan lagi,” pungkas Edu. (Red)