Daerah  

Poltekkes Kemenkes Sorong, Universitas Padjajaran dan Keluarga Alumni Kebidanan Universitas Gadjah Mada Adakan Webinar Gratis

Avatar

LAMPUNG SELATAN – Pandemi Covid-19 di Indonesia telah mempengaruhi sektor pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan setidaknya ada 3 dampak sosial pandemi pada bidang pendidikan diantaranya putus sekolah, penurunan capaian belajar, dan kekerasan pada anak beserta risiko eksternal.

Dari rilis yang diterima dapur redaksi, International Confederetion of Midwives (ICM) lalu memberikan arahan bahwa meski di situasi Pandemi, semua siswa Kebidanan diharapkan untuk memperoleh kompetensi profesional.

Menyikapi fenomena yang ada, Poltekkes Kemenkes Sorong, Universitas Padjajaran dan Keluarga Alumni Kebidanan Universitas Gadjah Mada (KABIDGAMA) berkolaborasi menyelenggarakan webinar bertajuk “Pengembangan Alternatif Media Pembelajaran Keterampilan Mahasiswa Kebidanan Pada dan Pasca Pandemi”, pada hari Sabtu (19/12/2021) lalu.

Aacara itu digelar melalui Zoom Meeting dan Streaming Youtube KABIDGAMA yang diikuti oleh sebanyak 396 peserta, dengan latar belakang yang berbeda, diantaranya 54% dosen, 26 % mahasiswa, serta 20% sisanya adalah tenaga kependidikan dan praktisi kesehatan.

Tujuannya, memberikan gambaran tantangan kualitas pendidikan kebidanan pada dan pasca Pandemi Covid-19, memberikan informasi tentang pembelajaran keterampilan yang dapat diimplementasikan pada dan pasca Pandemi Covid-19 dan mendeseminasikan hasil pengembangan alternatif media pembelajaran keterampilan pada pendidikan kebidanan dengan mengimplementasikan SGs dan VR.

Kepala pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Sorong, Norma, M.Kes, menyampaikan kegiatan ini sebagai bagian dari pengabdian masyarakat dosen.

“Melalui kerjasama antara Poltekes, Unpad dan Kabidgama. Dengan harapan, dapat memberikan manfaat dan solusi dalam meningkatkan pembelajaran,” ujar Norma dalam pidato sambutannya.

Kemudian, Ketua prodi Magister Kebidanan Unpad periode 2011 – 2017, Dr. Ir. Farid Husin, Sp.OG(K)., M.Kes., MH.Kes, memberikan keynote speech tentang tantangan pembelajaran keterampilan dalam pendidikan kebidanan pada dan pasca Pandemi Covid-19.

“Fenomena Pandemi Covid-19 yang panjang dan adanya prediksi pandemic lainnya seharusnya dijadikan sebagai tantangan sehingga upaya meningkatkan kompetensi tidak bisa menunggu hingga pandemic selesai. Hasil survey global menunjukan penurunan performa kognitif pada pembeajaran online dibidang sains di negara maju. Hal ini dapat menjadi tolak ukur oleh negara berkembang bahwa upaya peningkatan performa pembelajaran harus dilaksanakan dengan baik untuk mencapai kompetensi kognitif, psikomotor dan afektif,” urai Farid Husin.

Menurutnya, dalam beradaptasi pada metode pembelajaran daring harus dilandasi dengan kesadaran unutk memulai dan kemampuan untuk mengembangkan metode pembelajaran baik luring, daring dan dapat dikombinasi dengan home visit.

“Pembelajaran pada kebidanan diddasari pada prinsip factual knowledge, konspetual knowledge, dan procedural knowledge,” ujar Farid Husin.

Memasuki materi pertama, disampaikan oleh Yoyo Suhoyo, dr., M.Med.Ed., PhD selaku Dosen FKKMK Universitas Gadjah Mada. Ia berbicara tentang media pembelajaran keterampilan pada pendidikan vokasional kesehatan pada dan pasca pandemic Covid-19.

“Adaptasi pendidikan klinik menggunakan pendekatan peythons, yang terdiri dari : 1) demonstration, 2) discussion, 3) comprehension, dan 4) execution. Pada masa pandemic, dapat di modifikasi, misalnya pada tahap demonstrasi bisa menggunakan video. Selanjutnya, pada tahap discussion, apabila tidak memungkinkan offline maka dapat dilaksanakan dengan online. Selain pendekatan python, solusi pembelajaran klinik masa pandemic dapat dilaksanakan dengan Team Based Online yang terdiri dari sesi asynchronous dan synchronous,” jelas Yoyo Suhoyo.

Asyncronous diperoleh mahasiswa dengan mempelajari panduan, e-modul lalu dijadwalkan sesi online sebagai synchronous learning. Selain itu, dibuatkan simulasi pasien untuk pemeriksaan fisik yang dapat dilaksankan dengan penggunaan low cost materi.

“Terakhir, penggunaan pendekatan piramida miller dalam pelaksanakan metode pembelajaran di masa pandemic,” tutup Yoyo Suhoyo.

Materi berikutnya, yang disampaikan oleh Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Sorong, Fitra Duhita, M.Keb, mengupas tentang alternatif media pembelajaran keterampilan pada pendidikan kebidanan melalui implementasi Serious Game (SGs) sebagai media pembelajaran keterampilan pada pendidikan kebidanan.

“Berdasarkan survey pendidikan kebidanan, performa praktik klinik belum sesuai harapan. Serious game meurpakan Game based learning, yang menyenangkan dan bersifat edukatif,” buka Fitra Duhita.

Fitra Duhita menambahkan, pengembangan SGs yang disebut GIRLY dengan arti GIR merupakan game based learning, LY merupakan injection skills in midwifery. Ia menjelaskan bahwa sejauh ini, SGs sudah dikembangkan dalam pembelajaran screening primary health care dan studi menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dan protocol penanganan dalam pelaksanaan SGs.

“Kasus injeksi yang dibuat sesuai dengan kewenangan bidan. Proses pengembangan mencari game developer, Menyusun story board, menyiapkan asset, proses pembuatan, uji coba dan siap pakai,” timpal Fitra Duhita.

Materi dilanjutkan oleh Dosen Prodi Kebidanan Unpad, Sefita Aryuti Nirmala, M.Keb, yang memaparkan alternatif media pembelajaran keterampilan pada pendidikan kebidanan melalui implementasi Virtual Reality (VR).

“VR merupakan teknologi yang dapat membuat pengguna berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh computer. VR sudah mulai marak dipakai, sebagai contoh di Arab Saudi telah dikembangkan VR untuk merasakan hajar aswad. Saat ini, trend VR sudah berkembang di sektor pendidikan, bahkan mulai SMP sudah mulai dipakai,” beber Sefita Aryuti Nirmala.

Peluang VR mengarahkan peningkatan keterlibatan peserta didik, pembelajaran konstruktif, pengalaman belajar yang menarik, memberikan pandangan dan nilai empati serta meningkatkan ualitas kemampuan untuk memfisualisasikan model yang sulit. Survey tentang VR sebagai media pembelajaran dapat peniingkatan emosi positif 90%, peningkatan nilai rata2 kelas 54%, meningkatkan daya pemahaman dan daya analisi 80%.

“Prodi Kebidanan UNPAD telah mengembangkan VR pada pembelajaran praktik persalinan yaitu Virsa unpad. Proses pembuatan media ini dimulai dari menentukan topik, membuat story board, menentukan kebutuhan 3d termasuk membangun lingkungan sesuai kebutuhan, uji coba menggunakan oculus dan stick, uci coba menggunakan oculus tanpa stick, revisi content,l. VR yang sedang dikembangkan mendapat dana hibah dari P3TV (Program Penguatan Perguruan Tinggi-Vokasi) sejumlah 1,6 milyar dari dan Saat ini masih dalam tahap alpha,” imbuh Sefita Aryuti Nirmala di penghujung pernyataan.

Diakhir sesi, panitia memberikan kesempatan peserta untuk berdiskusi tentang tantangan pembelajaran kebidanan beserta solusi inovasi dengan para narasumber. Antusias peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber.

Suksesnya penyelenggaraan webinar tak lepas dari dukungan pihak media partner dan sponsorship oleh produk dan karya KABIDGAMA yakni Model Laserasi Vagina (MOSAVANA UGM), Mini Panthom Pelvic (Mithompel UGM), Balloon Tamponade for postpartum and pad (BAMPPER PAD), Mini Kontrasepsi Pil (MIKOPIL), ZAV “Mom & Baby Care”, dan Ruang Inspirashe (Platform digital ruang sedekah ilmu dan inspirasi perempuan). (Rls/red)