Daerah  

Harga Biji Kopi Naik, Ekonomi Petani Kopi Membaik

Avatar
Oleh: Arina Rohmatal Ula
Bicara kopi, siapa yang tidak pernah menikmatinya. Kopi bisa dibilang banyak penikmatnya, baik dari kalangan muda hingga kalangan tua. Ya, pada hari selasa (10/08/21), di temukan data bahwa harga kopi melonjak naik dalam 12 bulan terakhir, harga biji kopi arabika telah naik 50%, dan itu sudah mencapai level tinggi daripada di tahun 2021 terakhir kali setelah kekeringan dan kerusakan akibat embun beku di negara produsen.
Kondisi ini menjadi kabar baik bagi petani kopi di Indonesia, karena bisa membuat ekonomi yang bekerja di sektor pertanian kopi menjadi lebih baik. Salah satunya adalah Petani Kopi Masrik Amin Zuhdi.
Menurutnya, awal panen pada akhir bulan Mei 2021 lalu harganya hanya Rp 5.500 per kilogram, saat ini harganya mulai membaik menjadi Rp 7.500 per kilogram. Tentu melihat signifikannya harga bisa membuat ekonomi petani kopi membaik di masa krisis yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 ini.
Bahkan, sejak harga kopi naik 50% untuk harga chery atau kopi basah merah, saat ini pedagang sudah mulai berlomba-lomba membeli kopi dari petani.
“Oh iya, kopi arabika dari temanggung yang paling laku dan di buru oleh pecinta kopi. Karena kopi temanggung mempunyai rasa yang khas dan kualitas kopi yang sangat bagus,” ucap Masrik Amin Zuhdi, Selasa (18/01/2022).
Ia melanjutkan, tidak hanya ada kopi arabika di kebun kopi Temanggung, di kebun ini juga menyediakan kopi robusta untuk bisa memenuhi kebutuhan penikmat atau konsumen. Serta untuk masalah panen arabika lebih dulu daripada kopi robusta.
Zuhdi berharap, Ke depannya harga jual kopi robusta melebihi harga jual kopi arabika, meskipun hal itu tidak sebanding dengan ekspektasi di karenakan untuk rasa dan kualitas kopi robusta sangat jauh dari pada kopi arabika. Akan tetapi ia yakin bahwa kopi robusta meskipun harga lebih murah daripada kopi arabika untuk kualitasnya hampir sama dengan kopi arabika yang membedakan cuma berbeda rasa.
“Saat ini yang sudah panen kopi antara lain; Kecamatan Tretep, Wonoboyo, Candiroto, Ngadirejo, Bansari, dan Kledung,” ujarnya.
Sementara itu, Setiyo seorang konsumen kopi dari kebun Zuhdi mengatakan, memang harga kopi saat ini mulai membaik, namun harganya masih jauh di bawah harga jual kopi tahun 2019. Tahun lalu harga jualnya antara Rp. 9.000 hingga Rp. 10.000 per kilogram.
“Semoga harga kopi bisa terus membaik hingga akhir panen raya. Sehingga petani bisa mencukupi kebutuhan rumah tangganya selama pandemi,” harapannya. (Red)
*Penulis adalah mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang. Ia berasal dari Dusun Soto, Desa Sidodadi, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban.