Daerah  

DPD Perhiptani Lamsel Gandeng Polinela untuk Tingkatkan Kapasitas SDM Penyuluh Pertanian

Avatar
LAMPUNG SELATAN – DPD Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menggandeng Politeknik Negeri Lampung (Polinela) selenggarakan sosialisasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) penyuluh pertanian.
Kegiatan itu, mengambil tempat di Kecamatan Jati agung, dilaksanakan pada hari Rabu (16/3/2022) pagi.
Terlihat hadir, tiga Dewan Perwakilan Cabang Perhiptani atau DPC. Yakni, DPC Jati Agung, Tanjung Bintang – Tanjung Sari dan Natar yang keseluruhan berjumlah 15 orang.
“Diharapkan, para penyuluh dapat meningkatkan kapasitas SDM dengan menggandeng Polinela. Peningkatan SDM penyuluh pertanian yang notabene anggota Perhiptani perlu diasah dan ditingkatkan kapasitas SDM untuk menyikapi perkembangan jaman. Terutama, kemajuan teknologi pertanian,” sebut Djanu Sutrino, SP dalam pidato sambutannya.
Pria yang akrab disapa Djanu itu berharap, para penyuluh yang hadir dalam sosialisasi pada hari ini mampu menyerap manfaat dan nantinya bisa mengembangkan sumber daya manusia masing-masing.
“Semoga, kegiatan hari ini bermanfaat.
Sehingga, penyuluh dapat mengembangkan diri melalui kegiatan sosialisasi ini,” tutup Djanu.
Sementara, Sekretaris DPW Perhiptani Lampung Muverdi CH mengatakan, penyuluh pertanian dituntut untuk selalu meningkatkan diri terutama dalam hal sumber daya manusia.
“Dalam rangka peningkatan sumber daya manusia, penyuluh dituntut untuk terus mengembangkan diri, diantaranya sekolah S2,” beber Muverdi.
Tak ketinggalan, Muverdi menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Polinela atas jalinan kerjasama yang apik antara kedua belah pihak.
“Terima kasih kepada Polinela atas kerjasama yang selama ini sudah terjalin dengan baik,” puji Muverdi di penghujung.
Dalam kesempatan itu, Pengelola Magister Terapan Ketahanan Pangan Polinela Dr Irmayani Noer, SP., MSi, sebelum memulai pemaparan terkait perkuliahan S2, dirinya menyempatkan memperkenalkan tim yang turut hadir dalam acara itu diantaranya, Ketua kerjasama Polinela Agung beserta Hanung dan Hendri.
“Memperluas akses studi yang ingin meningkatkan jenjang karir tertentu (studi S2, red.). Beda terapan dengan magister adalah praktiknya 70 persen dan 30 persen kuliah atau teori. S2 terapan pangan ini terkonsentrasi pada ketahanan pangan dan penyuluh adalah tenaga terdepan dalam ketahanan pangan di indonesia. Sehingga, tantangan ini dapat menjadi peluang bagi penyuluh,” jelas Irmayani Noer.
Dirinya menambahkan, pada saat penyusunan tesis nantinya, penyuluh dapat memilih bidang studi yg diinginkan. Diantaranya bidang produksi, pemasaran dan teknologi dan keamanan pangan.
“Saat ini, di Polinela sudah ada 24 dosen doktor yg keahliannnya dari hulu sampai dengan hilir mulai dari produksi baik budidaya pangan, ikan dan ternak. Ada 3 gelombang, dengan kapasitas daya tampung hanya 20 orang untuk menjaga kegiatan praktikum di laboratorium,” ujar Irmayani Noer seraya merinci.
Menariknya lagi, waktu perkuliahan teori S2 di Polinela adalah full daring mulai pukul 15.30 WIB sampai dengan 18.00 WIB dan dalam 1 minggu hanya 4 hari yakni Senin, Selasa Rabu dan Kamis. Sedangkan, kegiatan praktikum full pada hari Sabtu dengan harapan tidak mengganggu waktu para penyuluh di lapangan.
“1 semester 13 pertemuan dan ada kegiatan field trip di perusahaan yang terkait dengan ketahanan pangan serta mendatangkan dosen praktisi. Dimana, 3 semester teori dan 1 semester seminar tesis dan publikasi. Untuk kegiatan publikasi, sudah ada seminar internasional sebagai pembicara dimana Polinela akan membantu dan memfasilitasi,” urai Irmayani Noer.
Terakhir, Irmayani Noer juga menerangkan ditengah situasi pandemi maka kegiatan seminar akan dilakukan secara daring atau dalam jaringan.
“Seminar dilakukan dengan cara daring,
sehingga kesempatan ini dapat kita manfaatkan untuk mendapatkan ilmu seluas-luasnya dan menopang karier,” pungkas Irmayani Noer.
(Red/han)