Kapolres Lamsel ‘Bantah’ Polsek Natar Disebut Tolak Laporan Warga

Avatar
LAMPUNG SELATAN – Kapolres Lampung Selatan (Lamsel) AKBP Edwin secara tegas mengatakan bahwa jajarannya tidak pernah menolak laporan masyarakat dan selalu menindaklanjuti setiap aduan yang disampaikan ke kepolisian.
Hal itu, disampaikan oleh orang nomor satu di Polres Lamsel usai memimpin konferensi pers di Mapolres terkait ungkap kasus tindak pidana asusila di wilayah hukum setempat, Kamis (17/3/2022) siang.
Secara tersirat, Kapolres meluruskan ihwal saling lapor proses hukum yang sedang berlangsung di Polsek Natar terkait laporan kasus dugaan persetubuhan dan penganiayaan yang belakangan diketahui locus delicti-nya sama.
“Laporan itu sendiri sudah dilaporkan sebelumnya (penganiayaan, red.). Terkait dengan penganiayaan 170 (pasal, red.) yang melatar belakangi adalah persetubuhan ya. Persetubuhan itu sendiri sudah ditindak lanjuti dan sekarang sudah tahap dua di Kejaksaan,” terang Kapolres seraya meluruskan.
AKBP Edwin secara gamblang membantah terkait tudingan salah satu pihak dimana Polsek Natar disebutkan tak mau menerima laporan dari pihak keluarga MI (16) ataupun EF (18).
“Tersangka dalam hal ini tidak terima melaporkan 170 (pasal, red.) dan sudah kita lakukan penerimaan laporan. Keluarga tersangka daripada pencabulan
itu sudah melaporkan dan melaporkan kembali jadi laporannya dua kali. Bukan menolak, tetapi laporan yang pertama sudah ditindak lanjuti. Tidak perlu melapor kembali,” ujar AKBP Edwin coba mengkalrifikasi.
Terlebih lagi, statemen Kapolres sesuai dengan fakta yang ada di lapangan dimana Polsek Natar telah menerima aduan dari pihak EF yang kini berstatus tersangka kasus pencabulan, dengan Nomor :LP/B- /II/2022/SPKT/POLSEK NATAR/POLRES LAMPUNG SELATAN/POLDA LAMPUNG pada tanggal 21 Februari 2022, tentang dugaan tindak pidana pengeroyokan.
“Artinya, tetap kita lakukan upaya penegakan hukum terhadap laporan pertama. Karena locus delicti-nya tindak pidananya yang dipersangkakan sama, jadi Polres Lamsel tetap relatif dalam hal ini
dan akan menentukan kepastian hukum disini,” tegas AKBP Edwin senbari mengakhiri.
Untuk diketahui, usai menerima laporan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang belakangan ramai di perbincangkan oleh salah satu pihak keluarga yang masuk dalam pusaran perkara. Polsek Natar telah mengeluarkan surat pemberitahuan kepada pihak pelapor sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 25 Februari 2022, dengan nomor : B/17/II/2022/Reskrim perihal pemberitahuan perkembangan hasil penelitian Laporan. Dan, tanggal 3 Maret 2020, bernomor: B/19/III/2022/Reskrim perihal pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan. (han)