Daerah  

Lecehkan Profesi Wartawan, LBH PERPUKAD Siap Dampingi Proses Hukum

INFOBERITA.ID

LAMPUNGSELATAN–Lembaga Bantuan Hukum Perjuangan Pemuda Untuk Keadilan (LBH PERPUKAD) turut mengecam tindakan oknum Kepala Desa (Kades) Banjarsari, Kecamatan Way Sulan, Abdul Kholik yang diduga melecehkan profesi jurnalis melontarkan kalimat negatif kata-kata “Tolol” terhadap seorang wartawan terkait pemberitaan.

Peristiwa tidak menyenangkan itu, dialami salah satu wartawan media online lampungterkini.id bernama Waluyo ketika itu sedang melakukan peliputan adanya kegiatan pembangunan infrastruktur jalan pertanian di Dusun Karang Anyar, Desa Banjarsari, Kecamatan Way Sulan.

Ketua Umum (Ketum) LBH Perpukad Jhoni Nopiansyah, S H. mengecam keras tindakan oknum Kades Banjarsari tersebut. Ia mengatakan, apapun alasannya, seorang pejabat publik tidak pantas bicara tak sopan terlebih kepada Jurnalis.

“Sebagai penasehat hukum media lampungterkini.id, jika diperlukan kita LBH PERPUKAD akan kawal secara tuntas, demi kebenaran serta keadilan dalam penegakan hukumnya,” kata Jhoni Nopiansyah, S H. dalam keterangan tertulisnya kepada lampungterkini.id, Rabu (27/9/2023).

Ketua LBH PERPUKAD, Jhoni Noviansyah, S.H.

Dikatakannya, sesuai dengan serangkaian aturan dan prosedur yang mengatur bagaimana penegakan hukumnya, kita perlu melibatkan proses hukum yang terjadi pada peristiwa tersebut.

“Secara Hukum kita akan memastikan keadilan, perlindungan hak asasi manusia, dan kepastian hukum dalam penanganan kasus tersebut. Arti kita sebagai Lembaga Bantuan Hukum Perjuangan Pemuda Untuk Keadilan (LBH PERPUKAD) akan selalu siap mendampingi proses hukum pelecehan profesi ini,” tambahnya.

Senada, Ketua Dewan Penasehat LBH PERPUKAD Hasan Basri, S.E. menyayangkan tindakan pelecehan profesi wartawan yang dilakukan oleh Kades Banjarsari terhadap wartawan lampungterkini.id, Waluyo.

“Sangat disayangkan jika seorang Kepala Desa menghina seorang wartawan karena pemberitaan. Wartawan adalah sebuah profesi yang harus dijalankan sesuai dengan prosedur, jika terjadi penghinaan dan pelecehan terhadap profesi, segera ambil tindakan tegas sebagai mana mestinya,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, tidak senang adanya pemberitaan miring, oknum Kepala Desa (Kades) Banjarsari, Kecamatan Way Sulan, Abdul Kholik menghina dan melecehkan seorang wartawan dengan ucapan tidak pantas kata-kata “Tolol”.

Kades yang baru saja dilantik dalam hitungan hari ini, melontarkan ucapan tidak pantas lantaran merasa risih dan tidak senang adanya pemberitaan yang dibuat oleh wartawan lampungterkini.id dengan judul pemberitaan “Pembangunan Talud Desa Banjarsari Tidak Transparan dan Gunakan Material Bekas”.

“Kades Banjarsari Abdul Kholik ini, tiba-tiba mengatakan kepada saya dengan kata-kata “Tolol”. Ucapan kasar itu, dilontarkan Kades saat saya sedang melakukan peliputan adanya kegiatan pembangunan infrastruktur jalan pertanian di desa tersebut pagi tadi,”kata Waluyo, Selasa (26/9/2023).

Dilokasi kegaitan ketika dirinya dihina dengan ucapan tidak pantas kata-kata “Tolol” oleh oknum Kades Banjarsari itu, ada Camat Way Sulan, pendamping desa, aparatur desa serta petugas Bhabinkamtibmas.
“Kata-kata tidak sopan oknum Kades itu, membuat saya merasa dihina dan malu karena dilokasi kegiatan itu ramai orang,”ucapnya.

Waluyo mengatakan, tindakan kurang pantas oknum Kades Banjarsari dengan ucapan kasar menolol-nololkan dirinya itu, terkait pemberitaan yang telah dibuatnya mengenai pembangunan pemasangan talud menggunakan batu bekas dan tidak adanya plang proyek pengerjaan.

“Kades ini juga mengatakan, ‘Kemarin sudah diajak berunding untuk kerjasama, tapi tidak mau. Dasar tolol, mau menjelekan desanya sendiri’,”kata Waluyo menirukan ucapan oknum Kades Banjarsari tersebut.

Setelah ditemui dengan oknum Kades tersebut, lanjutnya, seorang Pendamping Desa setempat juga menemui dirinya dilokasi itu, dan mengatakan kalau dirinya mau diajak untuk bermitra atau kerjasama.

“Saya juga ditemui sama Pendamping Desa diajak bermitra, lalu saya diminta supaya jangan mengangkat berita yang jelek mengenai Desa Banjarsari,”ungkapnya.

Waluyo menceritakan, sebelum berita itu dibuat hingga dirinya dikatakan dengan kata-kata kasar, mulanya pada Senin pagi kemarin (25/9/2023) Ia mendatangi Kantor Desa Banjarsari menemui ketua TPK untuk mengklarifikasi terkait pembangunan talud. Namun tidak bertemu dengan ketua TPK tersebut, dan Ia bertemu dengan Kepala Desa Abdul Kholik.

Kemudian siang harinya sekira pukul pukul 14.00 WIB, ia dihubungi oleh Ketua TPK dan Kades Banjarsari melalui pangggilan via WhatsApp untuk datang ke Kantor Desa. Saat itu juga, Ia pun kembali mendatangi Kantor Desa untuk menemui keduanya.

“Di Kantor Desa itu, saya bertemu ketua TPK dan Pak Kades. Saya diajak ngobrol, dan ditengah obrolan itu saya diajak kerja sama, dan saya diminta sama mereka untuk mengerti karena sama-sama cari makan,”katanya.

Selain itu, Ia juga mau diberi diberi uang dengan TPK itu sebesar Rp.100 ribu, tapi uang itu ditolaknya dan saat itu juga Ia langsung pergi meninggalkan Kantor Desa tersebut.

“Saya menolak diberi uang itu, karena itu salah satu bentuk suap terhadap saya agar saya diam tidak memberitakan mengenai pembangunan talud itu.  Saya diajak berunding untuk kerjasama pun, juga tetap saya menolaknya,”jelasnya.

Dikatakannya, Ia menolak untuk menuruti apa yang diminta oknum Kades Banjarsari tersebut, karena pembanguan talud yang ada di desa tersebut pengerjaannya tidak sesuai.
“Saat itu saya sempat menanyakan, kalau ada material yang bagus kenapa pakai material bekas (lama),” tandasnya.
Sementara, Kepala Desa (Kades) Banjarsari Abdul Kholik saat dikonfirmasi lampungterkini.id melalui panggilan via WhatsApp, membantah telah mengatakan dengan ucapan kurang pantas kata-kata “Tolol” terhadap wartawan lampungterkini.id dilokasi kegiatan pembangunan infrastruktur jalan di desanya pagi tadi.

“Saya tadi tidak mengatakan bahasa “Tolol” itu pak sama Wartawannya. Ini miskomunikasi, Sejengkel-jengkelnya, saya masih kontrol dan tidak mungkin kata-kata kotor didepan umum karena itu sama aja merendahkan harga diri saya, dan nggak mungkinlah,”kilahnya.

Ia mengatakan, Senin kemaren, dirinya sempat bertemu dan bincang sebentar dengan wartawan tersebut di kantor desanya, diakuinya wartawan itu mencari Ketua TPK mau mengkonfirmasi terkait pembangunan talud tersebut.

Kemudian Ia pun menyampaikan kepada wartawan tersebut, bahwa ketua TPK sedang tidak ada karena sedang tugas mengajar. Lalu meminta ke wartawan itu untuk menunggu, kemungkinan nanti TPK akan datang. Kalau tidak, silahkan temui saja dirumahnya.

“Senin kemaren itu, kami sudah ngobrol bertiga di ruangan saya. Dia (wartawan) itu, kami ajak kerjasama tapi kok seperti ini. Berarti tidak bisa diajak ngobrol baik-baik,”kata dia. (Her-Red)