Tanpa Plang dan Tembusan Ke Pemdes, Proyek Saluran Irigasi Di Desa Wai Muli Seperti Siluman

Penulis : Dendi Hidayat

INFOBERITA.ID
Proyek saluran irigasi di Desa Wai Muli, foto : Dendi Hidayat/infoberita.id

INFOBERITA.ID, LAMPUNG SELATAN – Proyek saluran irigasi di Desa Wai Muli, Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang saat ini sedang dikerjakan menjadi pertanyaan oleh Kepala Desa (Kades) dan warga karena tidak ada papan informasi (plang proyek).

Pantauan Persatuan Wartawan Pesisir Rajabasa (PWPR) dilokasi proyek yang pengerjaannya sudah berlangsung dua hari pekerjaan tidak terlihat adanya papan informasi proyek sebagai kewajiban untuk menyediakan informasi anggaran, volume pekerjaan serta siapa yang mengerjakan sebagai transparansi kepada publik.

Berdasarkan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek yang memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor dan nilai kontrak proyek, serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

Seorang pekerja proyek tersebut yang tidak ingin menyebutkan namanya saat dijumpai dilokasi mengatakan, terkait papan informasi dirinya tidak mengetahuinya.

“Saya hanya pekerja, untuk papan informasinya saya tidak tau setau kami pekerjaan ini kurang lebih 100 meter,” ucapnya, Kamis (16/11/2023).

Ditempat terpisah, Kepala Desa Wai Muli, Suryana saat dikonfirmasi oleh PWPR mengatakan bahwa pekerjaan tersebut benar berada di lokasi desanya, namun sampai saat ini dirinya belum mengetahui dan belum ada informasi baik dari Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi .

“Benar pekerjaan itu terletak di desa kita, tapi saya tidak mengetahuinya karena tidak ada tembusan informasi dengan Pemerintahan Desa (Pemdes) Wai Muli,” tuturnya.

Masih di tempat yang sama, Suryana juga sangat menyesalkan bahwa terlihat para pekerja proyek tersebut tidak mengedepankan kearifan lokal.

“Saya juga kecewa terlihat di lapangan, kalau yang kerja tidak ada warga kita,” tambahnya.

Sementara terkait adanya sorotan dari kepala Desa dan warga, hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum dapat dikonfirmasi karena tidak berada dilokasi pekerjaan.