Peduli Terhadap Petani, Babinsa Mengecek Penyemaian Bibit Padi di Sawah

Penulis : Heri952

INFOBERITA.ID
Serda Deki Juliansyah turun langsung ke sawah guna monitoring dan mengecek serta memastikan kesiapan penyemaian bibit tanaman padi

INFOBERITA.ID – Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat diharapkan terus memberikan motivasi,agar warga tetap bersemangat dalam berkebun. Selain itu tugas TNI utamanya Babinsa yang mana sebagai ujung Tombak Satuan teritorial tidak hanya membela Negara dan pertahanan saja,  melainkan juga harus berperan aktif mendampingi masyarakat binaan dalam bertani guna untuk meningkatkan Swasembada pangan.

Babinsa Koramil 421-06/Natar, Serda Deki Juliansyah turun langsung ke sawah guna monitoring dan mengecek serta memastikan kesiapan penyemaian bibit tanaman padi milik Nasuha petani di Dusun Tridadi Desa Margomulyo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran.

Dilokasi Babinsa mengatakan pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa bertujuan untuk membakar api semangat Petani agar lebih giat lagi dalam Pertaniannya, Manakala ditemui kendala, maka Babinsa dapat dengan segera mencari solusi penyelesaiannya serta upaya untuk mempercepat masa tanam dan panen sebagai bentuk kepedulian TNI.

“Hal ini dilakukan guna membantu Pemerintah Daerah terutama di Kecamatan Tegineneng, sebagai salah satu wujud nyata di lapangan dalam rangka menyukseskan program pemerintah dalam ketahanan pangan di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya,  Kamis (21/12/2023).

Terlihat suasana penuh keakraban antara Babinsa dan petani sembari membersihkan gulma dan keong perusak bibit padi serta bertukar pengetahuan tentang pertanian Serda Deki Juliansyah menjelaskan kepada Nasuha bagaimana menyemai bibit padi agar hasilnya baik, langkah awal adalah lahan yang akan dijadikan tempat penyemaian, Gemburkan lahan dengan cara dicangkul atau dibajak. Tambahkan bahan organik seperti pupuk kompos, pupuk kandang, serbuk gergaji atau bisa juga menggunakan sekam padi yang telah lapuk.

“Tujuan pemberian bahan organik ini adalah untuk menambah unsur hara, menjaga kegemburan tanah sehingga nantinya akan memudahkan dalam pencabutan bibit padi,” tambahnya.

Buat bedengan dengan ukuran lebar 1,2-1,5 m sedangkan panjangnya menyesuaikan dengan kondisi lahan, ratakan permukaan bedengan. Buat saluran pembuangan air atau drainase yang baik diantara bedengan untuk memudahkan tata kelola air.

“Bedengan tempat penyemaian harus kering, jika terdapat air harus dikeringkan terlebih dahulu karena jika dibiarkan dalam keadaan basah dapat mengakibatkan busuknya benih dan gagal tumbuh. Selain itu bedengan tempat penyemaian juga harus terbebas dari keong mas,” terangnya.

Setelah bedengan penyemaian siap, lakukan penaburan benih padi pada bedengan dalam kondisi kering secara merata dan jangan terlalu rapat, agar bibit dapat tumbuh secara optimal, Kondisi bedengan yang kering ini perlu dipertahankan hingga umur benih kurang lebih 7 hari, jika tergenang harus segera dikuras hingga kering.

“Perlakuan ini bertujuan untuk memaksimalkan pertumbuhan serta perkembangan bibit padi yang baik,” Imbuhnya.

Pada umur 3 hari benih yang ditebar sudah mulai tumbuh helaian daun yang pertama dan ke 2. Pada umur 7-10 hari jika pertumbuhan bibit kurang baik dengan ciri-ciri batang bibit yang mengecil, pertumbuhannya pendek serta daun yang menguning, dapat diberi pupuk urea sebanyak 2 kg untuk persemaian benih sebanyak 25 kg.

“Untuk menghindari serangan hama tikus pagari sekeliling persemaian padi menggunakan plastik, Bibit padi hasil persemaian benih sudah siap dicabut untuk ditanam setelah berumur 15-21 hari dengan menanam 2-3 batang untuk setiap rumpu,” terangnya.

Dilokasi penyemaian, Nasuha pemilik lahan penyemaian mengungkapkan rasa senangnya dan ucapkan terimakasih atas kehadiran Babinsa yang selalu membantu para petani.

“Kami senang Babinsa bisa hadir ditengah-tengah kami, setidaknya kami bisa bertukar pengetahuan cara bertani yang baik dan benar serta pekerjaan kami terbantu untuk penyemaian bibit padi,” tukasnya.