LAMPUNG SELATAN, INFOBERITA – Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menjadi pusat pelaksanaan tradisi adat dan keagamaan umat Hindu melalui Upasaksi (Seremonial) Ngaben Masal yang berlangsung pada 4–7 Agustus 2026. Puncak prosesi digelar pada Jumat (7/8/2026) mulai pukul 07.00 WIB di Lapangan Utama dan Setra Desa Balinuraga.
Ngaben Masal merupakan tradisi sakral yang dilaksanakan secara gotong royong sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada leluhur sekaligus penyucian roh menuju alam selanjutnya. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini juga menjadi simbol kuat pelestarian budaya dan kerukunan masyarakat yang hidup berdampingan di Lampung Selatan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menilai pelaksanaan Ngaben Masal tidak hanya memiliki nilai spiritual dan budaya yang tinggi, tetapi juga menjadi aset penting dalam menjaga keberagaman serta memperkuat identitas daerah.
Kgs Dedi Miryanto, S.E., M.Si., PNS Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, mengatakan tradisi tersebut diharapkan terus berkembang menjadi agenda budaya yang membanggakan sekaligus memperkuat citra Lampung Selatan sebagai daerah yang kaya akan keberagaman.

“Mudah-mudahan tradisi ini bukan saja menjadi agenda keagamaan umat Sedharma, tetapi juga menambah kekayaan dan menjadi agenda kegiatan yang menjadi kebanggaan bagi Lampung Selatan ke depan sebagai Provinsi Beranda Sumatera dengan ikon yang sedang dibangkitkan, Spirit of Krakatoa,” ujar Kgs Dedi Miryanto.
Selain memiliki makna religius, Ngaben Masal juga dinilai berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan ini diyakini mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah, sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), jasa, serta pariwisata.
Pada puncak pelaksanaan, rangkaian prosesi diawali dengan pemberangkatan Bade dan Lembu dari kawasan permukiman atau Balai Banjar menuju Setra Desa Balinuraga. Selanjutnya dilaksanakan ritual pembakaran (Pemuputan) yang dipimpin oleh para Sulinggih dan Pemangku Adat, kemudian dilanjutkan dengan prosesi Pangutapan dan Nganyud sebagai rangkaian penyucian abu jenazah sebelum dilarung ke perairan sesuai tradisi.
Panitia pelaksana mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk memanfaatkan jalur alternatif di sekitar Kecamatan Way Panji mengingat ribuan umat Hindu dan tamu undangan diperkirakan menghadiri kegiatan tersebut. Pengunjung juga diminta menjaga ketertiban, kebersihan, serta mengenakan pakaian yang sopan sebagai bentuk penghormatan terhadap jalannya upacara keagamaan.
Melalui pelaksanaan Ngaben Masal 2026, Desa Balinuraga kembali menunjukkan bahwa tradisi budaya tidak hanya menjadi warisan yang harus dijaga, tetapi juga mampu memperkuat persatuan, mempererat toleransi antarumat beragama, serta menjadi potensi besar dalam mendukung pengembangan pariwisata budaya di Kabupaten Lampung Selatan.
Iwan












