LAMPUNG SELATAN, INFOBERITA — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat di wilayah Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Koramil 421-06/Natar bersama Polsek Natar, pihak PTPN IV Regional VII Kebun Rejosari, satuan pengamanan perusahaan dan warga melaksanakan patroli pencegahan karhutla di area perkebunan, Desa Rejosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (31/8/2026).
Patroli dilakukan sebagai langkah deteksi dini sekaligus memastikan kondisi wilayah perkebunan tetap aman dari potensi munculnya titik api. Personel gabungan menyusuri sejumlah kawasan perkebunan sambil memantau kondisi lahan, terutama area yang dinilai rawan terjadi kebakaran saat kondisi cuaca panas dan kering.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara aparat kewilayahan, kepolisian, pengelola perkebunan, petugas keamanan dan masyarakat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mempercepat informasi apabila ditemukan adanya indikasi kebakaran, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

PTPN IV Regional VII Kebun Rejosari sendiri memiliki areal perkebunan yang cukup luas, mencapai sekitar 4.984 hektare. Wilayah tersebut terbagi dalam lima afdeling, dengan Afdeling I, II, III dan V berada di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, sedangkan Afdeling IV berada di Desa Halangan Ratu, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran.
Dengan cakupan wilayah yang luas tersebut, patroli dan pengawasan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla. Karena itu, Koramil 421-06/Natar dan Polsek Natar terus mendorong keterlibatan berbagai pihak agar kewaspadaan terhadap potensi kebakaran tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi dimulai dari pencegahan.
Danramil 421-06/Natar Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo mengatakan, patroli bersama merupakan langkah nyata untuk memperkuat pencegahan karhutla di wilayah Kecamatan Natar. Menurutnya, kondisi lahan yang luas membutuhkan pengawasan bersama agar setiap potensi gangguan dapat diketahui sejak awal.
“Koramil 421-06/Natar bersama Polsek Natar dan seluruh unsur terkait terus berupaya melakukan pemantauan wilayah secara rutin. Patroli ini bukan hanya untuk melihat kondisi lahan, tetapi juga memastikan masyarakat dan seluruh pihak semakin peduli terhadap pencegahan karhutla,” ujarnya.
Kapten Rudi menegaskan, pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama dari semua pihak, termasuk masyarakat yang berada di sekitar kawasan perkebunan. Dengan komunikasi yang baik dan laporan yang cepat, potensi kebakaran diharapkan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi lebih besar.

Sementara itu, Kapolsek Natar AKP Setio Budi Howo, S.H. menyampaikan bahwa Polsek Natar bersama Koramil 421-06/Natar akan terus memperkuat patroli dan deteksi dini di wilayah yang memiliki potensi terjadinya karhutla. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat bersama seluruh unsur yang berada di lapangan.
“Sinergi antara TNI, Polri, pihak perkebunan, petugas keamanan dan masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” katanya.
AKP Setio Budi menambahkan, patroli bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab semua pihak. Dengan pengawasan yang konsisten dan respons yang cepat, potensi kebakaran dapat ditekan dan keamanan lingkungan tetap terjaga.
Patroli gabungan tersebut menjadi gambaran kuatnya sinergi di tingkat wilayah dalam menjaga kawasan perkebunan sekaligus melindungi lingkungan. Koramil 421-06/Natar dan Polsek Natar bersama unsur terkait berkomitmen menjaga kesiapsiagaan serta memastikan setiap potensi karhutla dapat ditangani sedini mungkin demi keamanan masyarakat dan kelestarian lingkungan
Heriindarto












