banner 325x300
Daerah

Bank Sampah Sahabat Gajah Bicara Sampah di Hari HPSN

209
×

Bank Sampah Sahabat Gajah Bicara Sampah di Hari HPSN

Share this article

Lampung selatan — Salah satu penggiat lingkungan pendiri Bank Sampah Sahabat Gajah berbicara tentang sampah dan pesan edukasi serta moril kepada masyarakat di pondok pesantren Babul Hikmah, Jumat (21/2/20).

Bahwasannya sampah atau limbah rumah  tanggabisa di kelola dan didaur ulang kembali. Karna melihat kepadatan pendudukan khususnya di indonesia, makin hari makin bertambah khusus nya lampung selatan dan lainnya.

Menurut Tedi, Selaku founder dan pengelola Bank Sampah Sahabat Gajah Tanjung Bintang mengatakan, Masyarakat masih menganggap sampah adalah urusan tukang sampah dan pemerintah, tetapi belum menjadi bagian dari tanggung jawabnya.

Masyarakat masih perlu terus di edukasi dan diberi pelatihan tentang pentingnya pengelolaan sampah, terutama yang berasal dari sumbernya yaitu, sampah rumah tangga, dan kami sekarang terus mengkampanyekan program rumah minim sampah.

Semua sampah rumah tangga seminimal mungkin terbuang di tempat Pembuangan Sampah (TPS) atau tempat pembuangan akhir (TPA) artinya supaya beban sampah di TPA TPS semakin berkurang.

Perkuat dan perbanyak bank sampah di setiap kecamatan/desa dan kepada Dinas terkait Bank sampah itu terus di edukasi supaya jadi kader lingkungan selain kader lingkungan bisa menambah dan meningkatkan ekonomi, Desa dan warga sekitarnya.

Lebih lanjut Tedi mengatakan, Bila perlu sosialisasi Setiap ada kegiatan pemdes dan kecamatan  harus memberi contoh juga, “Kegiatan minim sampah lo mas
Contoh kecil saja, Pake tumbler atau disediakan fasilitas tas kain untuk belanja sebagai pengganti kantong plastik, itu hal kecil tapi efeknya besar banget lo mas,” tungkasnya.

“Karena yang mau di ubah mainset, Kalo mengurangi sampah plastik ga mungkin berubah 100% kalo mainset nya ga berubah”.

Contohnya seperti saya sudah bergerak di beberapa kecamatan dan didesa “Alhamdulilah kepala desa dan karang taruna serta tokoh pemuda bagus dan memahami, mereka membuat bank sampah atau kotak sampah untuk warga lingkungan sekitar nya”.

Lanjut Tedi mengatakan, Saya sudah sosialisasi dibeberapa kecamatan di Tanjung bintang, Kecamatan Sidomulyo, Merbau mataram, Way sulan dan kalianda.

Selaku pengerak bank sampah gajah semoga hari peduli sampah nasional 2020 ini menjadi momentum kepedulian kita semua terhadap sampah, kita terapkan kurangi, pilah, dan olah Reduce, Reuse, recycle).

“Kalau kita bisa mengelola sampah dengan baik, insyaAllah lingkungan hidup kita menjadi lebih sehat, anak-anak kita keluarga dan masyarakat juga tumbuh lebih baik”.

Dan mudah-mudahan lampung selatan bisa menjadi contoh salah satu kabupaten di Lampung menjadi model di dalam pengolahan sampah, Pungkasnya. (HNKR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *