Kalianda — Dalam Memperingati Sekaligus Merefleksikan Hari Pahlawan, Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lampung Selatan, Menggelar Bincang Sejarah yang Bertemakan ” Pertempuran 5 Jam Dalam Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia Di Kawedanan Kalianda Karesidenan Lampung”. bertempat di halaman Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Lampung Selatan, Pada Hari Sabtu, 14/10/20.
Jumlah peserta pada bincang sejarah ini Berkisar 100 Orang terdiri dari berbagai kalangan, Mulai dari pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat.
Kemudian Bincang Sejarah ini Dihadiri Oleh Ketua Majlis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII Lampung Selatan, PJS Bupati Lamsel, yang diwakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Kapolres Lamsel, yang diwakili Oleh Kompol Uspika Ujang, Kodim 0421 Lamsel, yang diwakili oleh Mayor Aris. Serta Para Narasumber Dalam Hal Ini Putra Kandung Dari (Alm Bapak Kolonel Ma’mun Rasyid) yakni Bapak Iskandar, Kemudian Ada juga Putra Kandung (Dari Alm Bapak Harun Rosyid), yang pada saat itu Menjabat sebagai Kepala Staff Angkatan Darat, yakni Bapak Aulia Imanullah, Serta dari pihak Akademisi yakni Hayatun Maya Purnama. Serta Adik-Adik Pelajar Dari Sekolah yang ada dikalianda, kemudian BEM STIH M Kalianda, Dema STAI yasba Kalianda, Dema IAI An-Nur kampus 2 Kalianda, dan Perwakilan Masyarakat Sekitar.
Andri Alfarizal Sebagai Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lampung Selatan, Mengungkapkan Bahwa Kegiatan ini tidak hanya sebatas Seremonial belaka, tetapi ia juga menegaskan bahwa ada tiga poin Sebagai output dari pada Kegiatan tersebut, yang pertama Sebagai Media Edukasi bagi para pelajar dan mahasiswa yang ada di Lampung Selatan, Kemudian yang kedua Mendorong pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam hal untuk membuat Buku Khusus Terkait Sejarah Pertempuran Lima Jam Dikalianda, Dan yang ketiga adalah PC PMII lamsel Mendorong pemerintah kabupaten Lampung Selatan agar lebih Memperhatikan Monumen-monumen Perjuangan yang ada di Lamsel, contoh nya seperti Tugu Perjuangan dan Gedung Joeang yang ada Di Lamsel tepat nya di Kecamatan Kalianda. Ujarnya
Kemudian dilanjutkan Hayatun Maya, Sebagai Narasumber dan Akademisi Mengungkapkan Bahwa, kegiatan Yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kabupaten Lampung Selatan adalah Sebuah bentuk Konkret untuk untuk mengedukasi bagi berbagai kalangan, khusus nya mulai dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat, yang dimana hari ini Kita semua sama-sama melihat bahwa Sejarah Pertempuran Lima Jam Dikalianda Banyak dari kalangan masyarakat yang belum mengetahui Sejarah tersebut. Hal itu dibuktikan dengan kurangnya perawatan Tugu perjuangan dan gedung Joeang Baik Dari pemerintah daerah Maupun Dengan Masyarakat.
Lanjutnya maka dari itu ia pun sangat Mengapresiasi Kegiatan yg digagas oleh Sahabat-Sahabat PMII Lampung Selatan dan ia juga mendukung langkah Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lampung Selatan dalam hal ketiga poin yang disampaikan oleh Ketua Umum Andri Alfarizal. Harapannya PMII Lampung Selatan Tetap Konsisten dalam segala Bentuk Pergerakan nya dan juga Sebagai Media untuk meng-edukasi Masyarakat khusus nya Pelajar dan Mahasiswa yang ada di Lampung Selatan yang kita cintai ini. Ujar Sesok Perempuan Tangguh yang kerap disapa Maya tersebut.
Pjs Bupati Lampung Selatan yang dalam hal ini Diwakilkan oleh Akar Wibowo, Sebagai Asisten satu Bidang Pemerintahan, Sangat Mengapresiasi Kegiatan Bincang Sejarah Terkait Sejarah”Pertempuran Lima jam di Kalianda” yang dilaksanakan oleh PC PMII Lampung Selatan.
“Saya Sangat Bangga dan Sangat Mengapresiasi Langkah-langkah Yang dilakukan adik-adik Mahasiswa yang dalam hal ini tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung Selatan”. Katanaya.
Lanjutnya, Ia juga senada dengan apa yang dikatakan Oleh Andri Alfarizal Terkait dengan tiga poin Sebagai Output dari pada kegiatan bincang sejarah ini, Karena kegiatan ini sangat bersifat positif untuk kita semua agar paham akan sejarah lokal.
Ia pun menambahkan apa saja kegiatan yang sifat nya positif akan didukung dan kita juga memiliki Prinsip yang Sejalan dalam hal ini. Tutupnya. (Dd)












