LAMPUNG SELATAN, INFOBERITA — Cangkul di tangan, Babinsa Koramil 421-06/Natar Kodim 0421/Lamsel Sertu Heri Indarto berbaur bersama warga dalam kegiatan gotong royong membantu pembangunan rumah milik Sumarso di Dusun Banjarsari II, Desa Kalisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (20/9/2026).
Di tengah aktivitas pembangunan, Sertu Heri tidak hanya hadir untuk melihat pekerjaan warga. Ia ikut turun langsung menguruk pondasi rumah bersama masyarakat, mulai dari mengangkat dan menggeser material hingga meratakannya agar pondasi rumah lebih kuat.
Suasana gotong royong berlangsung penuh keakraban. Sertu Heri tampak bekerja bersama warga tanpa sekat, saling membantu menyelesaikan pekerjaan yang cukup menguras tenaga.
Bagi Sertu Heri, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya berkaitan dengan pembinaan wilayah dan keamanan. Lebih dari itu, Babinsa harus mampu menjadi bagian dari kehidupan warga dan hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan.
«“Sebagai Babinsa, saya berupaya selalu hadir di tengah masyarakat. Gotong royong seperti ini merupakan bentuk kebersamaan sekaligus upaya menjaga hubungan yang baik dengan warga,” ujar Sertu Heri Indarto.»
Menurutnya, pekerjaan menguruk pondasi memang terlihat sederhana, namun bagi pemilik rumah kegiatan tersebut merupakan bagian penting untuk mewujudkan tempat tinggal yang layak dan nyaman bagi keluarga.
«“Kami tidak melihat besar atau kecilnya pekerjaan. Selama merupakan kegiatan positif dan bermanfaat bagi warga, tentu kita ikut membantu semampu kita. Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus dipelihara,” tambahnya.»

Sementara itu, Danramil 421-06/Natar Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan warga merupakan salah satu bentuk nyata kedekatan TNI dengan masyarakat di wilayah binaan.
Menurutnya, Babinsa merupakan personel yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga keberadaannya di tengah warga diharapkan tidak hanya menjalankan tugas pembinaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat secara langsung.
«“Babinsa adalah ujung tombak satuan di wilayah. Kehadirannya di tengah masyarakat bukan hanya dalam kegiatan pembinaan, tetapi juga bagaimana bisa ikut membantu dan menjadi bagian dari setiap kegiatan positif yang dilakukan warga,” kata Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo.»
Ia menambahkan, budaya gotong royong merupakan kekuatan sosial yang harus terus dijaga. Kebersamaan antara aparat kewilayahan dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kepedulian, kekompakan, serta hubungan baik di lingkungan desa.
Bagi Sumarso, bantuan dari Babinsa dan warga membuat pekerjaan pembangunan rumah yang dikerjakannya menjadi lebih ringan. Ia pun menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut.
«“Kami sangat berterima kasih atas bantuan Pak Babinsa dan warga. Dengan gotong royong seperti ini pekerjaan menjadi lebih ringan dan cepat. Kami berharap pembangunan rumah ini bisa berjalan lancar sampai selesai dan nantinya menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk keluarga,” ungkap Sumarso.»
Kegiatan tersebut menjadi gambaran sederhana tentang kedekatan Babinsa dengan masyarakat. Bukan hanya hadir melalui komunikasi dan pembinaan, tetapi juga turun langsung merasakan pekerjaan dan membantu menyelesaikan kebutuhan warga.
Dari sebuah cangkul yang berpindah tangan, material yang diangkat bersama, hingga pondasi yang perlahan terbentuk, semangat gotong royong kembali menunjukkan bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan penting di tengah masyarakat, Babinsa hadir, warga bergerak, dan sebuah rumah dibangun dari semangat kebersamaan.
Heriindarto












