LAMPUNG SELATAN, INFOBERITA — Mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.
Hal tersebut menjadi perhatian Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI AD yang turun langsung ke wilayah Kodim 0421/Lampung Selatan (Lamsel), Kamis (10/9/2026).
Bertempat di Aula Kantor Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Tim Penyuluh Mabes TNI AD memberikan penyuluhan kepada pemerintah desa dan masyarakat terkait langkah-langkah pencegahan serta penanggulangan Karhutla.
Sebanyak 75 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur pemerintah Kecamatan Natar, pemerintah desa, perangkat desa dan masyarakat.
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI AD, Kolonel ADM Heru, mengatakan penyuluhan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla, khususnya di wilayah Lampung Selatan.

Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari lingkungan masyarakat. Warga perlu memahami penyebab kebakaran, dampaknya serta langkah yang harus dilakukan apabila menemukan titik api.
Dalam penyampaian materi, Tim Penyuluh Mabes TNI AD menjelaskan berbagai upaya pencegahan Karhutla, termasuk pentingnya tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai tata cara menghadapi dan memadamkan api apabila terjadi kebakaran, serta langkah yang harus dilakukan ketika menemukan titik api agar kejadian tersebut dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Kolonel Heru menegaskan, masyarakat harus memiliki kepedulian dan keberanian untuk segera mengambil langkah yang tepat ketika mengetahui adanya potensi kebakaran.
“Melalui penyuluhan ini kami ingin mengubah mindset. Lahan dibuka tanpa membakar. Kalau ada titik api, segera laporkan kepada Babinsa, kepala desa atau BPBD,” tegasnya.
Ia menambahkan, pencegahan dan penanggulangan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
TNI AD, kata dia, akan terus mendorong terbangunnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.
“TNI AD hadir untuk bersinergi dengan masyarakat dan seluruh unsur yang ada di wilayah,” ujarnya.
Kepala Desa Branti Raya, Ahmad Rizal, menyambut baik penyuluhan yang diberikan Tim Mabes TNI AD. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan yang penting bagi masyarakat, terutama karena wilayahnya memiliki sejumlah lahan kosong dan perkebunan yang perlu mendapat perhatian.
“Wilayah kami rawan karena banyak lahan kosong dan kebun. Dengan adanya penyuluhan dari TNI AD, warga jadi tahu cara mencegah dan menghadapi kebakaran sejak dini,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Kecamatan Natar. Sekretaris Kecamatan Natar, Juni Firmansyah, berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menjangkau desa-desa lain yang memiliki potensi kerawanan Karhutla.
“Kegiatan ini sangat bagus dan manfaatnya luar biasa. Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Mabes TNI AD. Semoga ke depan ada lagi kegiatan di setiap desa, karena manfaatnya untuk masyarakat sangat penting,” ujarnya.
Selain memberikan penyuluhan, Mabes TNI juga menyerahkan 50 paket tali asih kepada peserta secara simbolis sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada masyarakat.
Kegiatan yang melibatkan jajaran Kodim 0421/Lamsel, unsur Forkopimcam Natar, kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat tersebut berlangsung aman, tertib dan lancar.
Dari Desa Branti Raya, pesan yang disampaikan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI AD sederhana namun penting: jangan menunggu api membesar untuk mulai bertindak.
Dengan meningkatkan kewaspadaan, memahami langkah pencegahan dan membangun sinergi hingga tingkat desa, ancaman Karhutla di wilayah Lampung Selatan diharapkan dapat ditekan sejak dini
Heriindarto












