banner 325x300
Daerah

KOPRI PMII Sunan Giri Bojonegoro Gelar Sekolah Islam Gender (SIG) Ke-II

181
×

KOPRI PMII Sunan Giri Bojonegoro Gelar Sekolah Islam Gender (SIG) Ke-II

Share this article

Bojonegoro – Bertempat di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI) Komisariat Sunan Giri Bojonegoro gelar agenda Sekolah Islam dan Gender (SIG) Ke-2 selama tiga hari, mulai hari Sabtu hingga Senin (16-18/1/2021).

SIG termasuk kaderisasi non formal yang diadakan oleh KOPRI PMII Sunan Giri yang membahas tentang kesetaraan gender. Dengan mengambil tema “Rekonstruksi Kerangka Berpikir dalam Meningkatkam Kualitas KOPRI.”

Peserta begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Agenda ini termasuk unik, karena peserta yang mengikuti kegiatan tersebut perempuan semua.

Fadhillatun Ni’mah, mewakili ketua panitia mengatakan, kegiatan ini tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap menjaga jarak. Dari segenap panitia, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas keterbatasan dari pihak panitia. Begitu juga, mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh jajaran panitia.

“Saya mohon maaf apabila acara ini sedikit molor, atau fasilitas yang diberikan kurang maksimal. Saya berpesan kepada seluruh panitia dan peserta tetap mematuhi protokol kesehatan,” tuturnya.

Sedangkan Inayatul Maula, yang mewakili Ketua KOPRI PMII Komisariat Sunan Giri Bojonegoro dalam sambutannya berharap, setelah pelatihan SIG ini bisa mengerti tentang kesetaraan dan peran gender.

“SIG kali ini jangan dianggap sekedar pelatihan. Tapi, setelah pulang dari pelatihan ini, bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam pelatihan,” ujarnya.

Rofiq Al-Aziz, yang mewakili Ketua Komisariat PMII Sunan Giri mengatakan, pelatihan ini bukan hanya perempuan saja yang wajib ikut. Akan tetapi, laki-laki juga bisa ikut dalam kegiatan SIG. Karena bentuk kesetaraan gender bukan perempuan saja. Namun, laki-laki juga harus paham terkait dengan gender.

“Terkadang yang saya sayangkan adalah ketika ada kader laki-laki yang salah perspektif tentang gender. Maka dari itu perlu diluruskan. Semua kader harus tahu bagaimana peran dan kesetaraan gender tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Nur Ali selaku Kepala Desa Sumbertlaseh dalam sambutannya menuturkan, hari ini kita hanya bisa berdoa agar pandemi cepat berlalu. Kegiatan-kegiatan harus dibatasi, maupun dari yang umum sampai kegiatan yang berbau agama. Namun, harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Saya hanya bisa mendoakan sahabat atau pun sahabati semuanya dalam keadaan baik-baik saja. Karena, kesehatan pada hari-hari ini sangat penting. Dan semoga pelatihan ini bisa menumbuh kembangkan pola pikir generasi muda untuk menjadi anak muda yang membawa perubahan dan memberikan solusi dari setiap permasalahan,” harapannya. (Wid/Am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *