banner 325x300
Daerah

Kenalkan Potensi Desa Lewat Untaian Kata, Pelajar NU Desa Jono Launching dan Bedah Buku “Catatan Sederhana Anak Desa”

243
×

Kenalkan Potensi Desa Lewat Untaian Kata, Pelajar NU Desa Jono Launching dan Bedah Buku “Catatan Sederhana Anak Desa”

Share this article
BOJONEGORO – Bertempat di RA. MI Plus Asy-Syahidin Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Minggu (7/2/2021). Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jono gelar Launching dan Bedah Buku “Catatan Sederhana Anak Desa”.
Buku “Catatan Sederhana Anak Desa”, terdaftar di perpusnas dengan ber-ISBN: 978-623-320-100-1, Cet.1 Januari 2021, dengan Penerbit: Haura Publishing.
Kegiatan sederhana ini tetap dengan mematuhi protokol kesehatan. Karena hanya dihadiri beberapa undangan saja dan dilangsungkan secara virtual. Dengan menghadirkan beberapa pembanding yaitu; Nasrullah Chusna, Ana Nur Fitria dan Diki Alamzyah.
“Tentu, kami mengucapkan rasa syukur, kami bisa berkarya walau sebatas anak desa. Dan tentunya kami ingin mengenalkan desa kami lewat literasi,” ungkap Devi Puspitosari, Ketua Pimpinan Ranting IPPNU Jono.
Dalam proses buku ini kami secara intens di bimbing oleh Kak Diki Alamzyah sampai proses penerbitan. Dan buku Catatan Sederhana Anak Desa, berbicara perihal kehidupan sehari-hari penulis dan mengenalkan desa Jono lewat untaian kata.
“Kami ingin melawan ketakutan pada diri sendiri, lewat menulis kami bisa bersuara dan mengungkapkan realitas-realitas yang ada dalam pikiran dan hati,” pungkasnya.
Sementara itu, Kamari, SE., MM selaku Ketua Yayasan RA. MI Asy-Syahidin Desa Jono dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan anak-anak muda yang berpotensial. Mengenalkan desa lewat sebuah tinta. Walau sedang dalam keadaan pandemi Covid-19 tetap produktif untuk berkarya.
“Kader IPNU/IPPNU harus bisa menguasai segala lini, artinya menguasai segala bidang keilmuaan. Dan melek literasi,” ujarnya.
Kamari juga menambahkan, jangan berpikir hari ini dapat apa dalam organisasi, tapi carilah ilmu dan membuka cakrawala pikiran kita selagi berproses. “Jangan lupa, jaga komunikasi secara intens dengan alumni dan Poro Kiai, agar kedepannya lebih berkah,” tandasnya.
Sedangkan Kiai Salamun, selaku mewakili NU Desa Jono berharap, kader-kader NU harus bisa berkreasi dan berkreatifitas sesuai dengan zamannya.
“Karena kelak, kalianlah yang akan menjadi penerus tonggak estafet kepengurusan yang akan datang,” tandasnya. (Sep/Am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *