LAMPUNG SELATAN, INFOBERITA – Upaya meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas masyarakat terus dilakukan melalui pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Salah satunya melalui program Jembatan Perintis Garuda, yang ditandai dengan kegiatan Ground Breaking Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI secara serentak di wilayah Kodam XXI/Radin Inten melalui Zoom Meeting, Jumat (5/6/2026).
Untuk wilayah Koramil 421-06/Natar Kodim 0421/Lampung Selatan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda berlokasi di Sungai Way Tuba Desa Purwosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Jembatan permanen berbahan beton dengan panjang 18 meter dan lebar 2 meter tersebut akan menghubungkan Desa Purwosari dan Desa Rulung Mulya.
Kegiatan dihadiri Danramil 421-06/Natar Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo beserta Para Babinsa, Kapolsek Natar yang diwakili Aiptu Heru Ismantoro, Kepala Desa Rulung Mulya, Maryoto beserta perangkat, Kepala Desa Purwosari Tukiran beserta perangkat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta perwakilan warga dari kedua desa.

Pembangunan jembatan tersebut disambut positif oleh masyarakat karena diharapkan dapat memperkuat akses penghubung antarwilayah sekaligus mendukung berbagai aktivitas warga, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Danramil 421-06/Natar Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo mengatakan, program Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi warga.
“Jembatan Perintis Garuda ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi penghubung aktivitas dan harapan masyarakat. Kehadirannya diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, mendukung akses pendidikan dan kesehatan, serta mempererat hubungan sosial antara masyarakat Desa Purwosari dan Desa Rulung Mulya,” ujar Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan wilayah.
“Kami berharap pembangunan berjalan lancar hingga selesai dan nantinya dapat dimanfaatkan serta dirawat bersama oleh masyarakat. Semoga keberadaan jembatan ini menjadi pendorong tumbuhnya perekonomian desa, meningkatkan aksesibilitas warga, serta semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tambahnya.

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda nantinya akan memiliki peran strategis sebagai akses penghubung utama antara Desa Purwosari dan Desa Rulung Mulya. Selain mempersingkat waktu tempuh, jembatan tersebut juga diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, memudahkan distribusi hasil pertanian, mempercepat akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
Warga kedua desa menyambut antusias dimulainya pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap proses pembangunan berjalan lancar dan selesai sesuai rencana sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
Bagi warga Purwosari dan Rulung Mulya, Jembatan Perintis Garuda bukan hanya menjadi sarana penghubung dua wilayah, tetapi juga simbol semangat gotong royong, kebersamaan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Dengan akses yang semakin mudah dan aman, masyarakat optimistis berbagai potensi desa dapat berkembang lebih maksimal serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan warga serta mendukung percepatan pembangunan dari desa untuk Indonesia.
Heriindarto












