Pemuda Lampura Pertanyakan Sudah Sampai Mana Progres Visi dan Misi Pemerintah Lampung Utara
Share this article
Pemuda-pemuda Lampung Utara Mempertanyakan sudah sampai mana visi dan misi pemerintah Lampung Utara pada point sebagai berikut.
Mewujudkan rasa aman, nyaman dan tentram bagi masyarakat Kabupaten Lampung Utara.
Bagaimana bisa aman dan tentram jika di tubuh pemerintahan sendiri tidak ada kondusifitas.
Meningkatkan IMTAQ dan IPTEK bagi masyarakat Kabupaten Lampung Utara.
Sedang kampus kampus di lampura semuanya adalah kampus swasta, STAINU yg merupakan buah pikir dari pemuda pemuda NU. UMKO kampus muhammadiyah kotabumi. Dimana peran pemerintah?
Mewujudkan layanan prima aparatur pemerintah dengan prinsip Clean and Open Government.
Clean and open, padahal statemant oknum asn dan legislatif menyampaikan jauh dari kata clean and open goverment
Mewujudkan infrastruktur yang mantap dan berkelanjutan bagi masyarakat Lampung Utara.
Seluruh jalan mulai dari jalan lingkungan, desa dan poros kota rusak parah. Infrastruktur pendidikan yg bobrok, dana DAK tidak terserap karna gagal nya pemerintah menjalankan lelang terbuka.
Menyediakan layanan kesehatan gratis dan berkualitas bagi masyarakat Lampung Utara.
Bagaimana bisa sedangkan RSUD Riacudu Lampung Utara terhutang hingga milyaran. Apa tindakan konkrit pemerintah?
Menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat Lampung Utara.
Pendidikan yg mana yg berkualitas?
Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memaksimalkan potensi strategis daerah dalam berbagai sektor usaha.
Para Petani singkong sdh berkali-kali melakukan aksi masa. Harga hasil bumi di kuasai pihak asing pihak perusahaan semenamena memberikan harga, dimana tugas pemerintah?
Menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai perekat dan pemersatu masyarakat Kabupaten Lampung Utara.
Adat budaya kultural masyarakat lampura semakin menghilang, nuwo nuwo sesat terabaikan. Pemuda desa tidak diberi ruang dan difasilitasi untuk berkreasi.
Visi yg mana? Misi yg mana?
Tidak ada progres yg tercapai
Mau dibawa kemana Lampung Utara?
Dari aksi damai dengan tema “refleksi 75th lampura memanggil” Untuk pertama kalinya para tokoh tokoh muda lampura melakukan aksi turun kejalan. Karna terlalu banyak kejanggalan di Lampung Utara. Ada kegaduhan kegaduhan yang terjadi dilingkungan pemerintahan yang hari ini bisa kita lihat di berita berita media massa dan seluruh media sosial. Atas dasar itulah pemuda yang selama ini sudah beberapa kali tabayun dan memberi solusi dan saran ke pemerintah tetapi hasilnya NIHIL, 0 besar. Kinerja dan ketegasan dari bupati dipertanyakan.
Pemuda mendukung penuh Bupati selaku pemangku jabatan tertinggi di lampung utara untuk menindak tegas, mengevaluasi bahkan mencopot satker satker yang tidak mampu bekerja dan sering membuat kegaduhan dilampura.
Eksistensi lampura sebagai kabupaten tertua hari ini jauh dari kata maju, bahkan tertinggal dari anak cucunya. Kabupaten lampura juga termiskin di lampung menurut data BPS mei 2021.
Melihat hutang RSUD bisa menyebabkan kebangkrutan, turunnya kinerja dan fasilitas kesehatan. Belum ada langkah kongkrit dan nyata yang di lakukan pemerintah.
Ditengah Defisit anggaran dari peralihan kekuasaan malah pemerintah melakukan kebijakan kebijakan yang tidak pro rakyat. dilihat dari Adanya pengadaan pengadaan mobil dinas dan pengadaan pengadaan fasilitas kantor malah membuat pengeluaran keuangan pemerintah semakin tidak jelas.
Jalan jalan mulai dari jalan lingkungan, jalan desa, jalan poros kota rusak parah dan jauh dari kata layak.
Mantan asisten kemarin berstatmen. sidang sidang paripurna gaduh. Dewan bilang copot kadis, hentikan proses lelang, ada fee proyek.
Berangkat dari kegelisahan itu semua, Tokoh tokoh pemuda kembali mempertanyakan di HUT ke 75 lampung utara.
Tetapi yang terjadi dimedia bisa kita lihat dan saksikan.