Fenomena supermoon terbesar akan terjadi pada Rabu 8 April 2020 pukul 01.08 WIB dini hari nanti.
Untuk itu, warga yang ada di daerah pesisir diimbau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir rob.
“Diperkirakan akan ada banjir rob, menyusul fenomena supermoon,” kata Kepala Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Hendra Suwarta melalui sambungan telepon dengan Antara yang dikutip Pikiran-Rakyat.com, Selasa 7 April 2020.
Ia mengatakan kemunculan supermoon, yaitu posisi Bulan yang berada di titik terdekatnya dari Bumi, akan memberikan pengaruh terhadap kemungkinan pasang permukaan air laut.
Pasang air laut tersebut, seperti yang terjadi pada setiap Bulan Purnama, sering kali menyebabkan banjir rob yang dapat memengaruhi warga pesisir.
“Banjir rob ini memang perlu diwaspadai,” katanya.
Dia turut menuturkan bahwa sebenarnya warga di pesisir kebanyakan sudah tahu tentang kemungkinan terjadinya banjir rob ketika ada fenomena bulan purnama atau munculnya supermoon.
“Ya, di daerah yang biasanya kalau bulan purnama terjadi banjir rob, itu kan sudah rutin, daerah-daerah itu rutin terjadi banjir rob. Jadi umumnya warga sudah tahu,” kata dia.
“Imbauannya agar warga (pesisir) tetap hati-hati terhadap kemungkinan banjir rob menyusul adanya fenomena supermoon ini,” katanya.
Di titik terdekatnya dari Bumi, supermoon diperkirakan akan berjarak sekitar 356.910 kilometer (km) atau selisih sekitar 50 km dibandingkan dengan posisi terjauhnya, atau disebut juga dengan minimoon, yaitu sekitar 400.000 km.
Selain terjadi pada 8 April, fenomena supermoon tahun ini terjadi juga pada 7 Maret dan 7 Mei 2020, dengan yang terbesar akan dapat disaksikan pada 8 April pukul 01.08 WIB dini hari nanti.***
(Sumber: Pikiran Rakyat.Com)












