BOJONEGORO – Masa pandemi Covid-19 tak menghalangi proses belajar dan kaderisasi. Salah satunya adalah Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Raden Paku, Sunan Giri, Bojonegoro. Tetap menggelar pelantikan dan masa penerimaan anggota baru (MAPABA) ke-XIV selama 4 hari, mulai Kamis (05/11/2020) hingga Minggu (08/11/2020).
Mengambil tema, “Mewujudkan generasi setia organisasi yang berjiwa idealis dan berintegritas.” Kegiatan diawali dengan acara pelantikan pengurus, Kamis (05/11/2020). Bertempat di MI Nurul Huda, Semen Pinggir, Kapas, Bojonegoro.
Ketua panitia, Farikhut Tamam mengatakan, mahasiswa baru memiliki kesempatan untuk mengasah intelektual guna untuk mengembangkan pola pikirnya.
“Dalam Mapaba, selain untuk menerima anggota baru juga untuk melanjutkan estafet kaderisasi,” terang mahasiswa semester 3 ini.
Masih lanjut Tamam, Rayon PMII merupakan ujung tombak kaderisasi. Kaderisasi merupakan representasi dari segala aspek kebutuhan kapasitas dan kualitas suatu organisasi.
“Paska agenda ini, mampu melahirkan anggota yang militan, bukan asal ikut-ikutan,” harapannya.
Sementara itu, ketua Rayon PMII Raden Paku, Sang Aji Imas menjelaskan kaderisasi PMII merupakan hal prioritas, walau di masa Pandemi Covid-19 ini. Tentunya pasti ada kesamaan dan perbedaan.
“Kaderisasi merupakan alat pengabdian untuk membentuk kepribadian individu. Kedepannya anggota PMII yang sudah selesai mengikuti Mapaba ini, bisa mengetahui apa itu organisasi PMII dan tupoksinya sebagai anggota,” tandasnya.
Sedangkan Ketua Cabang PMII Bojonegoro, M. Nur Hayan menyampaikan, mahasiswa baru memiliki kesempatan yang sama untuk berproses di PMII. Berproses di PMII harus diawali dengan niat yang tulus dan ikhlas.
“Mapaba adalah gerbang awal menjadi anggota PMII. Nikmati prosesnya dengan enjoy. Dan tak lupa, setelah menjadi anggota PMII mampu mengembangkan potensi diri dan meningkatkan intelektualitasnya,” pesannya.
Masih menurut Hayan, Rayon adalah ujung tonggak kaderisasi. Representasi dari segala aspek kualitas dan kapasitas dalam menjalankan kaderisasi di PMII.
“Kedepannya mahasiswa baru agar bisa mengembangkan sayap-sayap pergerakan. Dan saya rasa mahasiswa baru mampu untuk mengembangkannya. Ini kesempatan lebih untuk belajar,” tegasnya. (Wid)












