BOJONEGORO – Setiap manusia berhak menentukan pilihannya sendiri dalam hidup. Dan tidak semua cita-cita yang kita inginkan lantas bisa diupayakan dengan membalik telapak tangan. Butuh perjuangan yang tidak cukup berhenti dalam satu sisi. Ada banyak sisi yang akan membawa pada keberuntungan seperti usaha dan doa.
Dan siapa yang tak bercita-cita mengenyam pendidikan hingga tingkat sarjana atau pun lebih. Dengan bekal tersebut, sedikitnya diantara kita telah menyiapkan masa depan dengan baik. Meski terkadang dalam membuat sebuah pilihan itu tak mudah. Karena dalam sebuah proses perjuangan mencapai sebuah cita-cita pastinya ada tawa, duka, dan air mata.
Cita-cita mulia tersebut juga di impikan oleh Dinda Dwi Risma Wahyu, perempuan kelahiran Bojonegoro, 27 Februari 2000. Saat ini dirinya berkuliah di salah satu Universitas Agama Swasta di Bojonegoro.
Perempuan asal Desa Cancung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tersebut ternyata tak hanya berkuliah saja. Demi mengisi kesibukannya Dinda juga seorang pengajar di salah satu lembaga pendidikan di Bubulan, serta berbisnis produk kesehatan dan kecantikan. Bahkan, ia juga aktif di beberapa organisasi baik intra maupun ekstra di kampusnya.
Dinda, saat di temui infoberita.id, Selasa (08/12/2020), bercerita banyak hal tentang kegiatannya yaitu setiap pagi mengajar di lembaga pendidikan, kemudian siang harinya kuliah. Kemudian setelah maghrib menjadi tutor bimbingan. Disela-sela kegiatan itu, dia juga memiliki bisnis guna bisa untuk membantu membiayai kuliahnya.
“Jadi saya bisnis produk kecantikan dan kesehatan itu via online dan offline. Saya promosi via WatshApp, itu pun ketika dipagi hari sebelum berangkat ke lembaga. Dan promosi lainnya di sela-sela kegiatan,” ujarnya.
Lanjut Dinda, ia tak pernah malu. Jika harus berjualan. Perempuan harus berani melangkah dan bergerak jika ingin menggapai impiannya. Dan dia memberanikan diri bisnis di MSI yang merupakan produk kesehatan dan kecantikan pada tahun 2019.
Menurutnya, dalam berbisnis harus lebih banyak action, bergerak lebih dari pada biasanya dan melihat daftar impian apa saja yang harus di wujudkan. Dia memilih MSI karena bukan bisnis waralaba, yang kita fokus pada labanya saja. Tetapi bisnis MLM, yang lebih ke passife income. Sebagai aset masa depan, dan MSI bisa di wariskan ke anak cucu.
“Dan omset saya sekarang, Alhamdulillah perbulannya 500 ribu sampai 5,5 juta, kadang bisa lebih. Namanya bisnis, kadang sepi kadang rame,” ceritanya.
Dari penghasilan yang ia dapat Dinda gunakan sebagai biaya hidup dan kuliah. “Saya tak ingin mencicipi kesuksesan sendiri. Saya juga mengajak beberapa teman kuliah untuk membuka bisnis yang sama. Guna untuk sukses bersama,” pungkasnya. (Am)












