BOJONEGORO – Kehidupan mahasiswa bisa dibilang sangatlah sibuk. Baik sibuk organisasi, mengerjakan tugas, dan sibuk ikut ini dan itu sehingga kerap kali kita menilai mereka tidak punya waktu. Namun percaya atau tidak, sebenarnya mahasiswa punya waktu luang yang sangat banyak.
Contohnya adalah Dian Ayu Lestari, mahasiswa Universitas Bojonegoro (UNIGORO). Dia menyadari bahwa punya banyak waktu kosong, yang bisa dimanfaatkan untuk mencari peluang usaha dan menghasilkan uang. Ia memiliki bisnis Lestari Hijab. Semua hal itu dilakukan tak lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Ayu sapaan sehari-harinya, selain pintar mengambil peluang usaha ternyata merupakan seorang penulis dan aktivis kampus. Ia aktif di berbagai organisasi, baik di intra kampus yaitu di UKM P2J, sedangkan di organisasi ekstra aktif di PMII.
Lanjut Ayu, perihal awal suka nulis dari dulu sejak MTs suka bikin quotes, terus SMK suka bikin puisi. “Seiring berjalannya waktu yah suka nulis-nulis gitu, sampai akhirnya beraniin diri ikut nubar cermin dan cerpen judulnya Cinta Online dan Manusia ¼,”, kata perempuan yang sekarang menjadi Ketua Divisi Jurnalistik UKM P2J Unigoro tersebut.
Perempuan asal Desa Jumput, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro ini juga bercerita tentang perjalanannya, dimana ia berani mengambil peluang bisnis Lestari Hijab.
Awalnya suka jualan gitu dari kecil, terus mulai berani Olshop itu kelas 12 SMK, jualan apapun mulai dari fashion sampai camilan juga pernah. Dan setelah lulus SMK juga pernah kerja setahun. Dari gaji itu, ia beraniin buat fokus jualan hijab dan stok sendiri (2018). Sebenarnya pernah sempet berhenti. Modal habis dan males jualan gara-gara sibuk ngurus masuk kuliah (2019).
“Akhirnya, setelah dapat beasiswa. Saya punya keinginan buat memulai dari nol lagi bisnis Lestari Hijab. Dan Alhamdulillah, sekarang sudah punya customer dan reseller yang lumayan,” ungkapnya sambil meneteskan air mata mengingat perjuangan jatuh bangun perjalanannya.
Mahasiswa yang bisa menghasilkan uang sendiri adalah mahasiswa yang patut ditiru. Apalagi jika ia mampu berkarya, berprestasi baik di bidang Akademik dan Non Akademik. Mahasiswa seperti ini wajib diacungi jempol. Ya, bisa dikatakan, Ayu tidak perlu meminta uang saku lagi kepada orang tua. Karena dia sendiri sudah mampu untuk memenuhi kehidupannya sendiri.
“Kedepannya sih, pengen segera punya toko sendiri dan punya konveksi jahit sendiri. Agar bisa membuka lowongan kerja buat Ibu Rumah Tangga (IRT) yang masih menganggur,” harapannya. (Am)













UwU