banner 325x300
Daerah

Nia Sukmawati: Hidup Ibarat Mendaki Gunung, Penuh Dengan Tantangan dan Harus Kita Taklukan

213
×

Nia Sukmawati: Hidup Ibarat Mendaki Gunung, Penuh Dengan Tantangan dan Harus Kita Taklukan

Share this article

BOJONEGORO – Dalam menjalani proses kehidupan tentu manusia dituntut untuk terus produktif, inovatif, maju dan berkembang. Meningkatkan kualitas, skill dan relasi bahkan wawasan atau keilmuan agar kita bisa mencapai ke tingkat berikutnya atau tujuan yang diinginkan. Hal ini tentu sejalan dengan sifat manusia yang takkan pernah merasa puas dengan apa yang sudah dimilikinya.

Sama halnya Nia Sukmawati, perempuan kelahiran 28 Agustus 1999 silam, selalu ingin lebih, dan selalu ingin menemukan sesuatu yang baru untuk dicapai. Iya, Nia selalu ingin mencari makna kehidupan, meraih prestasi, cita-cita, bahkan berbagai tujuan lainnya yang patut diperjuangkan.

Menurut Nia, hidup adalah sebuah tantangan yang harus ditaklukan seperti halnya mendaki gunung. Akan tetapi, dalam proses meraih titik puncak, pasti akan ada perjuangan yang menghabiskan tetes kringat atau pun air mata.

Memang, hidup tak selalu menawarkan kemudahan, akan ada saatnya dimana kita merasa takut untuk melangkah. Bahkan pada kondisi tertentu, kita mungkin akan merasakan banyak sekali kesulitan.

“Kenapa saya ibaratkan hidup ini seperti muncak. Iya, tentu akan penuh dengan perjuangan. Kita sudah lelah, dan ketika sampai dengan tujuan apa yang kita inginkan, pasti akan terbayarakan. Enak, dan kita akan menikmati pemandangan yang indah dan menyatu dengan alam,” ucap Nia yang merupakan aktivis GMNI Universitas Bojonegoro ini.

Perempuan asal Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro ini menambahkan, dalam hidup yang penuh dengan tantangan, kita harus bisa memplanning kegiatan atau pun aktivitas sehari-hari agar terencana agar tujuan hidup kita itu bisa terwujud.

Memang, terkadang juga pasti akan terselip di pikiran kita dalam mencapai sesuatu itu dianggap sulit, dan itu yang seharusnya membuat kita tertantang untuk menaklukannya. “Jika gagal, bangkit lagi, gagal, bangkit lagi, gagal lagi, bangkit lagi. Percayalah proses tidak akan pernah mengkhianati hasilnya,” ujarnya.

Tak bisa dipungkiri, Nia yang sekarang menjabat Ketua UKM P2J Universitas Bojonegoro (UNIGORO) tertantang untuk membuktikan pada dirinya sendiri kalau dirinya itu bisa melawan remehan orang lain dan remehan itu dijadikan dirinya untuk berusaha bermanfaat pada orang lain.

“Meskipun tak semudah membalikkan telapak tangan sih, jika tekad keberanian masih kita jaga, maka rintangan seberat apapun akan sedikit mudah dihadapi. Dan yang awal perjuangan penuh dengan tangisan air mata akan berakhir senyuman bahagia,” tandasnya. (Am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *