Bupati Lamsel: Belum Ada Keseriusan Para Pejabat Dalam Bekerja
Share this article
KALIANDA – Momentum silaturahmi Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto bersama para pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat sepertinya lebih berisi.
Sebab, melalui kegiatan tersebut secara tidak langsung Nanang memantau kedisiplinan para pejabat eselon III tersebut. Bahkan, sebelum kegiatan dimulai, Sekda Lamsel Thamrin membacakan absen kehadiran pejabat.
Menurut Nanang, belum ada keseriusan para pejabat dalam bekerja mengabdi dan melayani masyarakat. Terbukti, melalui kegiatan tersebut masih banyak pejabat yang tidak hadir tanpa keterangan.
“Dari absen yang dibacakan pak sekda tadi saya menilai, bagaimana kesiapan pejabat eselon III dalam bekerja mengabdi dan melayani masyarakat. Ternyata, masih banyak yang juga yang tidak hadir,” Ketusnya dalam sambutan, pada kegiatan yang dihelat di Aula Sebuku Rumah Dinas Bupati setempat, Selasa(9/3/2021).
Nanang juga menyindir, bahwa dalam bekerja menyusun dan mengelola anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga perlu dievaluasi. Sebab menurutnya, masih banyak yang melakukan copy paste.
“Saya lihat juga masih banyak yang melakukan copy paste dari perencanaan sampai pelaksanaannya,” Tambahnya.
Terlebih, Ketua DPC PDIP Lamsel ini menyebutkan, pengabdian untuk melayani masyarakat semestinya menjadi orientasi utama bagi pejabat. Bukan mengabdi kepada pimpinan saja atau kepada Bupati saja.
“Saya bisa saja mempromosikan jabatan bagi para pejabat eselon III ini untuk jabatan yang lebih tinggi. Tapi, bagaimana jika kedisiplinannya masih minim seperti ini,” Sambungnya.
Nanang menegaskan, para pejabat juga harus menanamkan rasa nasionalisme. Sehingga, dalam melaksanakan pengabdian lebih maksimal. Ia menyarankan, agar para pejabat ini dapat merubah pola pikir.
“Apa yang harus kita lakukan untuk membangun kabupaten ini. Bukan hanya kerja pagi pulang sore, bodo amat, dan bahkan tidak peduli. Saya harap rasa kepedulian tersebut ditanamkan dan kinerja lebih berprestasi,” Tukasnya. (Doy/Red)