banner 325x300
Daerah

Cerita Nenek Saniah, Harus Rela Mencari Rongsokan dan Mengupas Jagung Untuk Penuhi Kebutuhan

206
×

Cerita Nenek Saniah, Harus Rela Mencari Rongsokan dan Mengupas Jagung Untuk Penuhi Kebutuhan

Share this article

Cerita Nenek Saniah di Kalianda Lamsel, Harus Rela Mencari Rongsokan dan Mengupas Jagung Untuk Penuhi Kebutuhan

Lampung Selatan — Saniah (77) warga Kecamatan Kalianda Lampung Selatan (Lamsel) butuh uluran tangan dermawan dan juga pemerintah.
Wanita tua yang tinggal bersama suaminya Satro (81) dan juga cucunya Rahmad (11) dirumah yang jauh dari kata mewah di Desa Hara Banjar Manis, Kecamatan Kalianda itu butuh bantuan karena saat ini hidup dalam kekurangan.
Dimasa tua yang seharusnya dapat dinikmati bersama keluarga, nenek Saniah (77) saat ini masih harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sarinah menceritakan, sehari-hari dirinya hanya bekerja sebagai tenaga upahan ketika musim panen, memelihara hewan ternak tetangga bahkan berkeliling mencari rongsokan.
“Ya sehari-hari saya keliling cari rongsokan, kalau ikut upahan mengupas jagung waktu panen itu saya cuman dapat upah Rp7.000 perkarungnya, dan sehari paling hanya dapat 5 karung,” tuturnya, Selasa (21/09/2021).
Dia mengatakan, suaminya Satro (81) saat ini tidak lagi dapat bekerja dengan keras karena sudah sering kali sakit. Sementara cucunya Rahmad (11) pun saat ini sudah putus sekolah.
“Saya sedih melihat cucu saya. Dia ditinggal sama bapak ibunya, jadinya saat ini udah nggak sekolah lagi karena saya nggak punya uang buat nyekolahinnya,” ungkapnya
Dia menambahkan, rumah tempat tinggalnya itu berdiri di tanah yang dipinjamkan tetangganya. Bahkan, aliran listrik dari rumah itu pun menumpang dari rumah tetangganya tersebut.
“Cuman ada 1 lampu ini mas, ini sudah 3 tahun kami tinggal disini,” tuturnya.
Nenek Saniah pun mengaku dirinya sangat berharap bantuan dari pemerintah, karena selama ini dia jarang mendapatkan bantuan.
“Terakhir kali saya dapat bantuan sembako berupa beras 3 bulan yang lalu. Saya sangat berharap ada pihak yang mau memberikan bantuan kepada kami ini,” ucapnya.
“Saya juga sudah sering sakit-sakitan. Kadang suka batuk tak henti-henti. Mau berobat juga tidak punya uang. Saya mengandalkan obat-obat yang diberikan oleh tetangga,” tutupnya.
(Emnl/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *