Oknum Staf Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Diduga Mainkan Pemenang Tender Pekerjaan Break Water Muli

Avatar
LAMPUNG SELATAN – Proyek pekerjaan Pengaman Pantai Muli (break water) Desa Way Muli, Induk Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, yang sejatinya proyek pasca bencana diduga justru menjadi ajang bacakan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS).
Pria berinisial RW, yang notabene pegawai honorer (staf) di balai besar justru memainkan peranan sebagai joker bersama Pokja. Disinyalir, dirinya telah melakukan persekongkolan jahat untuk mengeruk keuntungan yang kabarnya mencapai milyaran rupiah.
Proyek break water senilai Rp 94 milyar, dicurigai dikondisikan oleh sebut saja AR dan GA yakni team dari PT Mina Fajar Abadi yang digadang-gadang sebagai pelaksana pekerjaan dengan mengorbankan orang yang sudah berjuang dari awal.
Adalah Eti Hikmayati pengusaha asal Kota Kalianda, menjadi korban penipuan oknum Staf BBWSMS tersebut dan akhirnya meminta keadilan melalui LBH Erwin, SH., MH., CLA & Partners dengan melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib yakni Polda Lampung.
Sementara itu, pihak BBWSMS terkesan menutup mata mengamini ulah oknum honorer dan Pokja sehingga mengundang reaksi beragam dari para aktivis di Lampung Selatan.
Salah satunya, Koalisi Lembaga Lampung Selatan Bersatu (KLLSB) menyatakan sikap menolak keras adanya praktik kongkalikong dengan dalih dan cara apapun.
Hal ini, ditegaskan oleh Zulkarnain yang juga Ketua Umum ormas Palu Lampung mengatakan, pasukannya dan beberapa ormas serta LSM akan mengusut tuntas praktik kongkalikong yang ada di tubuh BBWSMS.
“Sehingga, tidak lagi terjadi hal serupa yang merugikan orang lain. Mestinya kita bersyukur, Pemerintah perhatian sama daerah kita. Ini proyek paska bencana lho, kenapa mesti dimainin,” kecam bang Jul sapaan akrabnya.
Bila perlu, kekuatan massa akan dikerahkan demi mengawal dugaan pemufakatan jahat yang dilakukan oleh oknum pegawai BBWSMS supaya kasus serupa tak berulang kembali.
“Kami akan kawal sampai tuntas. Bila perlu, kami bawa pasukan ke balai besar biar publik paham bahwa oknum yang melakukan praktik- praktik kotor masih diberdayakan di balai besar. Dan ini tidak boleh dibiarkan, supaya kedepan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung jadi bersih dari ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas bang Jul di penghujung. (red)