Jaga Ketahanan Pangan, Babinsa Bantu Petani Tanam Jagung Percepat Masa Tanam

Penulis : Heri952

INFOBERITA.ID
Serda Epus membantu petani binaan menanam jagung di ladang pertanian warga binaan, foto : Heri Indarto

PESAWARAN – Wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dengan terjalinnya sinergitas dalam meningkatkan capaian pemerintah guna mewujudkan ketahanan pangan yang optimal, hal tersebut ditegaskan Babinsa Koramil 421-06/Natar Kodim 0421/Lamsel, Serda Epus membantu petani binaan menanam jagung di ladang pertanian warga binaan, Bapak Siswanto (53) dengan luas lahan sekitar 2 Hektar jenis bibit jagung Hiprida P32 dengan metode tanam menggunakan alat bantu tanam jagung “Com Seeder” agar lebih cepat dan tepat di Dusun Serba Maju Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran.

Disela kegiatannya, Serda Epus mengungkapkan tujuan dari pendampingan ini yaitu merupakan upaya untuk mempercepat masa tanam dan bentuk kepedulian TNI, khususnya Koramil 421-06/Natar Hal ini dilakukan guna membantu Pemerintah Daerah terutama di Kecamatan Tegineneng sebagai salah satu wujud nyata di lapangan dalam menyukseskan ketahanan pangan di Kabupaten Pesawaran dalam pelaksanaannya, kehadiran babinsa disambut baik oleh para petani.

“Para petani menjadi sangat bersemangat dalam bertani atau pun bercocok tanam,” ujarnya, Jum’at (15/12/2023).

Serda Epus menjelaskan kepada Bapak Siswanto, jenis jagung hibrida P32 ini merupakan jagung yang memiliki batang tegak, kuat, dan tidak mudah roboh. Hasil panen jenih jagung hibrida ini mencapai 13,4 ton per hektar pipilan kering. Jenis ini memiliki kadar air rendah sehingga tahan terhadap serangan busuk tongkol.

“Biji jagung hibrida P32 Singa memiliki warna merah yang cerah dan mengandung protein yang baik sehingga cocok untuk pakan ternak. Rendemen dari jagung hibrida P32 Singa ini diatas 80%,” terangnya.

Lahan menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam budidaya tanaman jagung. Sebab hal ini akan menentukan pertumbuhan jagung yang ditanam, Pastikan tanah yang ditanami jagung benar-benar subur. Selain itu, tanah juga harus mengandung unsur hara yang banyak.

“Jagung tergolong tanaman yang tak rewal, bisa ditanam di bagian tanah andosol, latosol, grumosol, dan jenis tanah lainnya. pH yang sesuai untuk jagung berada di angka 5,6 – 7,5. Jangan lupa untuk pastikan dulu kesuburan tanah yang dimiliki,” tukasnya.

Setelah mendapatkan bibit jagung unggul dan mengolah lahan, cobalah untuk menanam jagung. Kondisi yang paling sesuai untuk menanam jagung adalah kondisi tanah sedang lembab. Pastikan tanah tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering.

“Petani lokal biasanya menggunakan jarak tanam jagung antara 100 cm x 40 cm. Lalu, masukkan dua biji pada satu lubang tanam. Untuk kedalaman lubang tanam biasanya pada angka 3-5 cm,”ungkap Serda Epus.

Terpisah, Danramil 421-06/Natar, Kapten Chb Agus Masgusriyanto menyebut bantuan serta perhatian Babinsa tersebut mampu membantu pemerintah dalam menciptakan swasembada pangan di wilayah binaan. Tidak hanya tanaman jagung saja, akan tetapi tanaman pangan yang lain, seperti padi dan komoditas lainnya.

“TNI melalui Babinsa akan terus ditingkatkan dalam memberikan dukungan serta semangat kepada petani untuk menanam,” tuturnya.

Sementara itu, Bapak Siswanto selaku pemilik lahan menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi kepada Babinsa yang selalu mendampingi para petani ataupun kelompok tani secara penuh, mulai dari penanaman hingga masa panen.

“Terima kasih atas bantuan dan dukungan kepada kami sebagai petani, semoga penjelasan Pak Babinsa menambah pengetahuan kami tentang cara tanam jagung yang benar, semoga juga pada musim tanam tahun ini hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan,”ujarnya.