Farida Andaryani Caleg DPRD Lamsel Dapil 2 Nomor Urut 3 Partai Demokrat

INFOBERITA.ID

INFOBERITA.ID-Realitas ketimpangan sosial pada perempuan membuat Farida Andaryani memberanikan diri maju dalam pertarungan kontestasi pemilu 2024.

Farida Andaryani merupakan salah satu Calon Legislatif (Caleg) DPRD Lampung Selatan (Lamsel) dari Partai Demokrat dengan nomor urut 3 di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 yang meliputi wilayah Kecamatan Sidomulyo, Kecamatan Way Panji dan Kecamatan Palas.

Dirinya bukanlah satu-satunya Caleg yang mewakili kebijakan afirmasi 30 persen bagi perempuan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, namun ia menjadi Caleg yang getol menggaungkan Caleg antipolitik uang. Termasuk berupaya melunturkan formalitas keterwakilan peran perempuan dalam pemilu.

“Saya dari awal kampanye Secara Door To Door selalu membawa gerakan antipolitik uang kepada masyarakat. Ini tentu berat jika disandingkan dengan realitas kondisi politik dilapangan saat ini, saya fokus kampanye dengan mengedepankan program untuk bisa menjadi bagian dari politik itu sendiri,” tuturnya kepada infoberita.id, Senin, (05/2/2024).

Disoal bagaimana anda mampu meraup suara di masyarakat?

Dikatakannya, dengan upaya menjual program yang berpihak kepada nilai kemanusiaan yang berfokus pada gender, ia memanfaatkan media sosial, dor to dor, serta kelompok-kelompok perempuan.

“Saya berkecimpung pada isu kemanusiaan lewat pengalaman organisasi, disitulah saya menemukan pendapat jika perempuan benar-benar tahu hak-hak perempuan dalam satu kebijakan. Sebab kadang-kadang ada diskriminasi yang membuat perempuan tidak berdaya. Insyallah melalui kursi Legislatif itulah saya ingin berperan memajukan perempuan dan saling menguatkan sesama perempuan penguatan di internal perempuan,”ucapnya.

Soal modal, Farida Andaryani blak-blakkan mengatakan jika ia tak punya modal melimpah ketika berniat menjadi kontestan pemilu. Sejauh ini untuk mempromosikan dirinya ia hanya lewat modal benner yang dipasang di simpul-simpul perhatian publik.

“Sampai saat ini saya hanya pasang Beberapa banner di titik-titik wilayah dapil. Artinya, modal saya hanya untuk sosialisasi, konsumsi dan transport serta stiker dan baliho, branding diri, promosi bukan untuk politik uang,”ujarnya.

Jurus kampanyenya, kata dia, lebih banyak memanfaatkan konsolidasi internal partai, jaringan pertemanan serta penggalangan suara lewat getuk tular.

“Ibarat saya punya teman, saya ajak diskusi dan sampaikan program-program. Jika menerima respon baik, tentu saya meminta teman saya untuk mengembangkan jaringan agar suara terus bertambah,”tutupnya. (***)