banner 325x300
BeritaDaerah

Panen Padi Perdana, Babinsa Koramil 421-06/Natar Dampingi Satker Bulog Kalianda Serap Gabah Petani

INFOBERITA.ID
109
×

Panen Padi Perdana, Babinsa Koramil 421-06/Natar Dampingi Satker Bulog Kalianda Serap Gabah Petani

Share this article

LAMPUNG, INFOBERITA – Suasana pagi yang asri di Desa Kalisari, matahari baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur, memantulkan keemasan pada hamparan padi yang menguning di Desa Kalisari Kecamatan Natar, di bawah langit yang bersahabat, para petani bersiap menyambut momen puncak dari kerja keras berbulan-bulan lamanya, yaitu masa panen, panen adalah saat yang paling dinanti dan ditunggu oleh petani dalam mengenyam hasil kerjanya dalam kurun waktu 3 sampai 4 bulan.

Pada Minggu Ketiga bulan Maret sebagian wilayah pertanian di Kabupaten Lampung Selatan tak terkecuali Kecamatan Natar, sudah memasuki masa panen, Para Babinsa Koramil 421-06/Natar, Kodim 0421/Lamsel, turun kesawah melakukan pendampingan dan pengawalan serapan gabah petani oleh Tim Satker Bulog Cabang Kalianda Kabupten Lampung Selatan.

Wajah wajah kegembiraan tergambar jelas di wajah para petani, jerih payah mereka akhirnya terbayar, bagi mereka, panen ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bukti nyata ketangguhan dalam menghadapi tantangan, sekaligus langkah maju menuju Swasembada Pangan 2025.

Kebahagiaan para petani Desa Kalisari semakin lengkap dengan kehadiran Babinsa Koramil 421-06/Natar, Sertu Heri Indarto selaku Babinsa Kalisari mendampingi Tim Satker Bulog Kalianda, Okta Iswanto, yang turun langsung ke sawah, berdampingan dengan PPL Desa Kalisari, Eliza Nursollih, Minggu (16/03/2025).

Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa perjuangan petani tidaklah sendiri ada dukungan dari berbagai pihak yang peduli terhadap masa depan Pangan Negeri ini , kehadiran mereka yang siap menyerap gabah hasil panen mereka dengan harga sesuai HPP yaitu Rp.6.500/Perkilogram, gabah kering panen.

Terpantau oleh pewarta, panen kali ini mencatat hasil yang menggembirakan, dengan pemilik lahan Solihun luas 4.000 M² hasil 3 ton, Lahan Febrianto luas 3.200 M² hasil 2,5 ton, Lahan Masikun luas 1.000 M² hasil 600 Kg, Lahan Darimun luas 1.000 M² hasil 600 Kg, Lahan Khodirun luas 1.200 M² hasil 800 Kg, Lahan Yasir luas 4.000 M² hasil 3 Ton, yang semua nya di kelola oleh Gapoktan Pendowo yang di Ketuai oleh Suprayitno dan semua hasil panen hari ini di serap oleh Satker Bulog Kalianda dengan harga Rp.6.500/Perkilogram.

Meski luas lahan tak seberapa dibandingkan daerah lumbung padi nasional, panen ini menjadi bukti bahwa pertanian di Desa Kalisari Kecamatan Natar terus bergerak maju, para petani tak hanya berjuang melawan cuaca yang kerap tak menentu, tetapi juga menghadapi keterbatasan akses jalan dan sistem irigasi yang masih mengandalkan tadah hujan.

Dilokasi Sergab, Babinsa Sertu Heri Indarto saat dikonfirmasi awak media, tentang Sergab menjelaskan, pendampingan yang kami lakukannya merupakan wujud sinergi secara melekat antara Bulog dan TNI Khususnya Babinsa dalam menjaga ketahanan pangan nasional, kami hadir untuk memastikan proses penyerapan gabah berjalan lancar serta mendukung para petani dalam mendapatkan harga jual yang layak.

“Kami pastikan proses penyerapan gabah berjalan lancar serta mendukung para petani dalam mendapatkan harga jual yang layak, sesuai dgn Harga Pokok Pemerintah (HPP), kami para Babinsa mendampingi Bulog dalam serapan gabah padi untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik oleh Bulog, pendampingan ini juga bertujuan untuk menjaga kesejahteraan petani dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Babinsa.

Terpisah, Danramil 421-06/Natar, Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo, rilis keterangannya, memberikan apresiasi tinggi kepada para petani yang terus bekerja keras demi kemandirian pangan di Kecamatan Natar.

“Petani adalah pejuang sejati dalam ketahanan pangan. mereka bukan hanya menghidupi keluarganya, tetapi juga menjadi tulang punggung bagi bangsa, kami dari TNI siap mendukung penuh, termasuk dalam pengawalan distribusi pupuk dan pendampingan teknis agar hasil panen semakin optimal,” ujarnya kepada media ini.

Lebih lanjut, Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo menekankan bahwa TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam memastikan program Swasembada Pangan 2025 dapat terwujud, terutama di Kab. Lamsel, Khususnya wilayah Kecamatan Natar.

Serapan gabah petani untuk membantu petani, mengisi cadangan pangan pemerintah, dan mensejahterakan petani, untuk itu Bulog Cabang Kalianda bersama TNI Khususnya Koramil dan Instansi terkait melakukan percepatan penyerapan gabah dari petani.

Langkah turun langsung ke sawah itu dilakukan Babinsa supaya harga pasar gabah ditingkat petani tidak anjlog, sehingga petani dapat merasakan hasil kerjanya yang sangat diharapkan, hal ini dilakukan bertujuan untuk percepatan serapan oleh Bulog Cabang Kalianda Lampung Selatan juga stok gabah dan beras secara nasional.

“Dengan kerjasama yang saling bahu-membahu dalam rangka percepatan penyerapan gabah petani, diharapkannya swasembada pangan nasional yang menjadi program pemerintah Republik Indonesia segera terwujud,” jelas Danramil Natar.

Di tengah kegembiraan panen, Ketua Gapoktan Pendowo, Suprayitno dan para petan berharap kepada pemerintah agar ada perbaikan akses jalan menuju lahan pertanin dan sistem irigasi yang lebih memadai, kalau untuk pupuk bersubsidi sudah 100℅ tersedia sesuai kebutuhan petani.

“Kami ingin hasil panen lebih meningkat, tapi sering terkendala oleh irigasi yang tidak ada, selama ini kami hanya mengandalkan hujan dari langit serta akses jalan yang buruk saat mengangkut hasil panen, jika ada bantuan dari pemerintah, kami yakin produksi padi bisa lebih melimpah,” ujar Bapak Suprayitno, Ketua Gapoktan Pendowo.

Harapan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah sebab, ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen hari ini, tetapi juga bagaimana memastikan keberlanjutannya di masa depan.

Panen di wilayah Kecamatan Natar bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi gambaran ketangguhan petani dalam menghadapi tantangan, di bawah terik matahari dan guyuran hujan, mereka terus berjuang agar sawah tetap subur dan lumbung tetap terisi.

“Dengan sinergi antara petani, pemerintah, dan TNI, harapan untuk mewujudkan swasembada pangan 2025 bukan sekadar impian, melainkan kenyataan yang mulai dirajut dari tangan-tangan pekerja keras di pelosok negeri,” ujar dan harap petani di Desa Kalisari

Penulis:Heriindarto952

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *