LAMPUNG SELATAN, INFOBERITA – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menuai kritik. KB SDIT Karunia resmi menghentikan kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Pardasuka Dua terhitung mulai 2 Maret 2026, setelah menilai tidak adanya tindak lanjut atas berbagai evaluasi yang disampaikan.
Selama sepekan terakhir, menu makanan yang disalurkan disebut tidak mengalami perubahan. Pihak sekolah mengaku telah berulang kali menyampaikan komplain kepada pihak dapur, namun hingga keputusan penghentian diambil, tidak terlihat adanya perbaikan maupun respons resmi.
Kepala KB SDIT Karunia, menegaskan sekolah tidak ingin terus menoleransi kelalaian dalam program yang menyangkut kebutuhan anak-anak.
“Keluhan sudah berkali-kali kami sampaikan. Jika tidak ada evaluasi dan perubahan, kami tidak bisa mempertaruhkan kenyamanan dan kesehatan anak-anak,” tegasnya. Senin (2/3/26).
Sekolah menilai program sebesar MBG seharusnya dijalankan dengan standar mutu yang konsisten, variasi menu yang terjaga, serta komunikasi yang terbuka. Ketika evaluasi diabaikan dan kualitas tidak diperbaiki, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi penyelenggara, tetapi juga kepercayaan masyarakat.
Wali murid pun mulai mempertanyakan komitmen SPPG Dapur Pardasuka Dua dalam menjaga kualitas layanan. Sejumlah orang tua menolak anaknya menerima paket MBG yang dinilai monoton dan tidak mencerminkan konsep makanan bergizi yang dijanjikan.

Diketahui, SPPG Dapur Pardasuka Dua dipimpin oleh kepala dapur, Gugun Abdillah. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi resmi terkait penghentian kerja sama tersebut.
Sikap diam ini semakin memperkuat sorotan publik terhadap keseriusan penyelenggara dalam menjalankan program yang menyangkut kebutuhan dasar anak-anak.
(Dicky)












