LAMPUNG SELATAN (IB) – Semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat dalam membangun lingkungan. Pemandangan itulah yang terlihat di Dusun Rajawali, Desa Candimas, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, saat Babinsa Koramil 421-06/Natar Kodim 0421/Lampung Selatan, Sertu Tri Widodo, turun langsung membantu warga membangun talud penahan air sepanjang 100 meter yang dikerjakan secara swadaya, Minggu (31/5/2026).
Di tengah kesibukan warga, sosok Babinsa tampak membaur tanpa sekat. Dengan penuh semangat, Sertu Tri Widodo ikut mengangkat batu belah, mengaduk semen dan pasir, hingga membantu pemasangan batu di sepanjang lokasi pembangunan talud.
Kehadirannya bukan sekadar untuk memantau kegiatan, melainkan menjadi bagian dari kerja bersama yang dilakukan warga demi kepentingan lingkungan mereka.
Suasana gotong royong berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Warga dari berbagai usia bekerja bahu membahu menyelesaikan pembangunan talud yang diharapkan dapat memperlancar aliran air sekaligus mencegah kerusakan jalan akibat genangan saat musim hujan.
Di sela-sela pekerjaan, canda dan tawa sesekali terdengar, menciptakan suasana akrab yang semakin mempererat hubungan antara Babinsa dan masyarakat. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah binaan.
Babinsa Candimas Sertu Tri Widodo mengatakan bahwa gotong royong merupakan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Menurutnya, pembangunan akan terasa lebih ringan ketika dikerjakan secara bersama-sama.
“Sebagai Babinsa, sudah menjadi tugas kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya mendampingi, tetapi ikut membantu dan memberikan semangat agar kegiatan yang dilakukan warga dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Rajawali, Jajang, mengaku sangat mengapresiasi keterlibatan aktif Babinsa dalam setiap kegiatan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Sertu Tri Widodo selalu mampu memberikan motivasi dan energi positif bagi warga untuk terus menjaga semangat kebersamaan.
“Kami sangat berterima kasih. Pak Babinsa tidak hanya datang melihat pekerjaan, tetapi ikut bekerja bersama warga. Kehadiran beliau membuat masyarakat semakin bersemangat dan kompak dalam bergotong royong,” ungkapnya.

Pembangunan talud sepanjang 100 meter tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat nyata bagi lingkungan. Lebih dari sekadar membangun sarana fisik, kegiatan itu juga memperkuat rasa persaudaraan, kepedulian, serta semangat kebersamaan yang menjadi modal penting dalam membangun desa.
Melalui kehadiran dan keteladanan yang ditunjukkan Babinsa di lapangan, semangat gotong royong yang menjadi warisan budaya bangsa terus tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.
(Heriindarto952)












