banner 325x300
Daerah

Demi Berbakti Pada Orang Tua, Mahasiswi Bojonegoro ini Tak Malu Membantu Ibunya Berjualan di Pasar

196
×

Demi Berbakti Pada Orang Tua, Mahasiswi Bojonegoro ini Tak Malu Membantu Ibunya Berjualan di Pasar

Share this article

BOJONEGORO – Waktu masih menunjukan 01.00 WIB dini hari, jalanan masih sepi. Matahari pun belum terbit. Bahkan adzan subuh belum berkumandang. Namun, Siti Khalimatur Rosyda sudah sibuk mempersiapkan membantu ibunya untuk jualan di salah satu warung di dalam Pasar Desa/Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.

Iya, perempuan warga RT/RW 001/001 Dk. Klantung, Desa/Kecamatan Temayang tersebut tak malu untuk membantu ibunya jualan. Bahkan, Zyda sudah ahli dalam meracik kopi atau pun membuat nasi pecel untuk dihidangkan ke para pembeli.

Zyda, sudah membantu orang tuanya berjualan selama dua tahun, sebelumnya ia merupakan santriwati Pondok Pesantren Al-Charis Bojonegoro. Tak jarang-jarang juga ia sambil tersenyum sumringah menyapa para pelanggan yang sudah pesan kopi buatannya.

“Intinya, menikmati peran saja, tidak perlu malu, yang penting kan halal dan membantu orang tua itu kan kewajiban anak,” ungkapnya saat ditemui infoberita.id, Rabu (6/1/2021).

Ternyata Zyda merupakan mahasiswa Ekonomi Universitas Bojonegoro. Zyda, juga menambahkan bahwa hidup ini ada mimpi yang harus digapai. Hidup tidak perlu gengsi dengan apa yang kita miliki. Tentunya apa yang kita lakukan itu diri kita sendiri yang mengetahui dan merasakan kebahagiaan.

“Pokognya bahagia saja, untuk mengisi waktu luang di pagi hari dari pukul 01.00 WIB hingga 07.00 WIB itu bisa membantu ibu berjualan di pasar setiap hari. Setelah membantu ibu baru berangkat kuliah atau pun aktifitas lainnya,” katanya.

Perempuan kelahiran 21 Mei 2001 tersebut selain aktif membantu ibunya berjualan di pasar, juga aktif dibeberapa organisasi baik IPPNU atau pun GMNI, guna untuk menambah wawasan keilmuannya. Ia juga sering jualan online atau pun diajak endors kaos dan produk makanan.

Sementara itu, Martonah (54) bersyukur memiliki 3 anak yang selalu berbakti, dan Zyda merupakan anak terakhir. Ia bersyukur bahwa anak-anaknya tak malu untuk membantu dirinya berjualan di pasar. Warung yang terkenal dengan sebutan Mak Ton sudah berjalan selama 4 tahun yang berada di dalam Pasar Temayang.

“Alhamdulillah, setiap hari berpenghasilan sekitar 300 ribu tapi itu masih kotor, sepi atau rame harus tetap disyukuri,” ujarnya.

Ibu Martonah berharap anak-anaknya kelak bisa sukses dan ilmunya bisa bermanfaat bagi orang tua atau pun pada sekitar. “Semoga, bisa membanggakan orang tua,” harapanya. (Am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *