banner 325x300
Daerah

Menyulap Perjalanan Spiritual Menjadi Karya, Kyai Muda Ini Terbitkan Buku Nyarkub: Menyulam Silam

249
×

Menyulap Perjalanan Spiritual Menjadi Karya, Kyai Muda Ini Terbitkan Buku Nyarkub: Menyulam Silam

Share this article

SIDOARJO – Beberapa golongan mungkin bingung dan saling memperdebatkan kebenaran makam seorang tokoh yang berada di lebih dari satu tempat. Dan kadang juga bingung. Bahkan tidak tahu terhadap makam yang ada di lingkungan mereka. Padahal jika diteliti shohibul makam itu adalah tokoh penting yang bersejarah di tempat tersebut.

Sarjana Kuburan atau sarkub, M. Lutfi Ghozali, S. Ud, bisa menyulap perjalanan spiritualnya yang penuh dengan pengalaman napak tilas ke makam-makam para tokoh yang bersejarah itu menjadi karya yang luar biasa yaitu Buku “Nyarkub: Menyulam Silam” yang diterbitkan oleh Penerbit Hanz Book, 2020, dengan ISBN: 9786237988007.

Gus Lutfi, sapaan akrabnya menuturkan Buku Nyarkub Menyulam Silam memikili tujuan untuk mengenalkan tokoh bersejarah khususnya di Nusantara, menunjukkan di mana letak makam orang-orang tersebut, dan mengingatkan kembali terhadap tokoh-tokoh bersejarah agar senantiasa makamnya dirawat sebagai bukti otentik mereka pernah berjasa dalam kehidupan bangsa.

“Dan Alhamdulillah, sudah cetak dua kali dengan 400 ekslamper, dan itu habis semua,” ujar Kyai muda (31) kelahiran pantai pesisir selatan kabupaten Jember.

Masih menurut Gus Lutfi, buku Nyarkub ini diharapkan menjadi tambahan pengetahuan untuk masyarakat mengenai sejarah. Dan siapa tahu dijadikan rujukan untuk kajian ilmiah maupun non ilmiah.

“Meminjam bahasa Gus Dur, kita masih membutuhkan bacaan tambahan dalam melihat bacaan sejarah yang bersifat non-mainstream. Karena jika boleh jujur, dibalik itu semua ada berbagai macam kecenderungan dan proyeksi yang sangat mempengaruhi jalannya sejarah,” tandasnya.

Kyai muda dengan penampilan yang sederhana ini, sekarang berdomisili di Sidoarjo bersama istri dan dua anaknya. Sesekali menemani komunitas, kumpulan bapak-bapak atau ibu-ibu untuk sekedar ngobrol dan ngaji.

“Walau masih pandemi Covid-19 tidak menghalangi aktifitas Nyarkub keliling daerah untuk menyapa para Sholihin yang ada. Atau pun menjadi “pengawal” berziarah untuk beberapa perorangan, kalangan atau komunitas,” pungkasnya. (Am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *