BOJONEGORO – Sore hari, cuaca sangat cerah, secerah harapan dan cita-cita. Oh iya, walau Bojonegoro bulan Januari ini lagi di fase musim hujan, pertemuan ini mungkin salah satu keberkahan karena cuacanya sangat cerah sekali. Secerah pancaran wajah sosok perempuan inspirasi yang penuh perjuangan dalam meraih cita-citanya.
Bahkan, dalam meraih harapan dan cita-citanya ia harus lalui dengan perjuangan yang luar biasa. Apalagi tumbuh dan dibersarkan dalam keluarga sederhana. Iya, ia adalah Ana Nur Fitria, perempuan inspirasi yang membuktikan dari ketidakmampuan tersebut, ia semangat untuk selalu berprestasi dan bermanfaat pada sekitar.
Perempuan asal RT/RW 01/01 Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro ini mengatakan, apapun kondisi kita, dari manapun asal kita, baik orang berada atau pun kaum papa, asal ada kesungguhan dalam berusaha dan tentunya harus dibarengi dengan doa, pasti akan terwujud.
“Ketidakmampuan bukan menjadi masalah besar untuk meraih prestasi setinggi langit. Latar belakang keluarga yang sederhana sepertinya bukan alasan kuat untuk tidak berpikir positif dan mewujudkan apa yang dicita-citakan,” ujar Ana, saat ditemui infoberita.id, Sabtu (24/1/2021).
Ana yang memiliki segudang prestasi di dunia kepenulisan Karya Tulis Ilmiah baik tingkat Kabupaten hingga Nasional tentu perjuangannya penuh dengan suka dan duka. Ia menceritakan, jika dirinya pernah stres hampir satu bulan menentukan mau kuliah dimana, karena kuliah di luar Bojonegoro orang tuanya tidak menyetujui.
Akan tetapi, dipikir kembali. Ana harus bangkit untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi lagi, walau harus mengubur mimpinya dan harus kuliah di Bojonegoro. “Alhamdulillah, setelah menentukan kuliah di Bojonegoro juga mendapatkan beasiswa Bidik Misi di IAI Sunan Giri Bojonegoro, dan berkat beasiswa tersebut sekarang saya sudah lulus dan bekerja,” katanya.
Mahasiswa lulusan berprestasi bidang Akademik dan Non Akademik Program Studi Pendidikan Agama Islam IAI Sunan Giri Bojonegoro 2019 yang sekarang bekerja dan mengabdi disalah satu instansi yang tidak boleh disebutkan tersebut, memiliki tekat serta kemampuan dari dalam diri untuk membawa kehidupan jauh lebih baik lagi di kemudian hari.
Hal tersebut telah dibuktikan olehnya dengan memulai bisnis Bucket Inframe pada awal 2019 guna untuk mengisi kesibukannya. “Siapa tahu dari bisnis Bucket, juga bisa merambah ke bisnis lain, hehe.. Tapi rencananya sih mau fokus kerja dulu. Setelah itu, ada target mau melanjutkan studi lagi di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ambil Program Studi Manajemen Pendidikan,” harapannya. (Am)












