banner 325x300
Daerah

Demi Mewujudkan Cita-Cita, Rela Tidur 5 Jam Setiap Hari

221
×

Demi Mewujudkan Cita-Cita, Rela Tidur 5 Jam Setiap Hari

Share this article

BOJONEGORO – Demi membahagiakan kedua orang tuanya. Putri Novita Rini, AMd, Kep, mengalahkan egonya sendiri dan menuruti apa kata kedua orang tuanya. Karena Putri yakin langkahnya dalam menggapai cita-citanya pasti akan lebih mudah.

Lulusan D3 Keperawatan STIKES Rajekwesi Bojonegoro ini bercerita banyak hal, perihal suka dukanya dalam menempuh pendidikan keperawatan. Dirinya rela tidur hanya 5 jam setiap hari, demi mewujudkan cita-cita dan membahagiakan orang tuanya.

Putri, sapaan akrabnya mengatakan, perihal jam tidur yang tidak teratur itu terjadi ketika saat dinas malam. Akan tetapi, dari pelajaran tersebut, dia bersyukur bisa menekuni dunia kesehatan dan menikmati setiap apa yang dia kerjakan.

Dalam perjalanannya, pasti memiliki banyak pengalaman. Dan Putri memiliki pengalaman yang paling mengesankan yaitu ketika waktu tengah malam ada keluarga pasien membangunkan tidur bilang infus habis, oksigen habis dan ketika di cek ternyata masih aman.

“Tak jarang sering juga mengalami hal mistis,” ungkapnya kepada infoberita.id, Kamis (14/1/2021).

Buah hati dari pasangan Dasmani dengan Sripujiati warga RT/RW. 06/02 Dukuh Kricak, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro tersebut menambahkan, dalam menggapai cita-citanya tentunya juga mengalami kegagalan cinta ketika saat menempuh studi.

Putri, menambahkan jika mahasiswa keperawatan jangan harap bisa menjalin asmara dengan sesama mahasiswa perawat atau pun lainnya, apalagi ketika mereka sudah dilirik oleh lelaki yang berseragam cokelat atau loreng-loreng.

Bagaimanapun juga, mereka yang sudah berseragam tersebut, sudah tentu mendapatkan sertifikasi kemapanan dari calon mertua. “Walau sebenarnya saya juga sering berharap dapat jodoh yang sudah mendapatkan sertifikasi tersebut, terkadang hanya harapan tabu saja,” ujarnya sambil tertawa.

Perempuan yang murah senyum tersebut menceritakan saat awal dirinya bekerja disalah satu Fasilitas Kesehatan di Bojonegoro, bahwa dirinya awalnya kaget jika gajinya tidak seberapa dan tidak sebanding dengan biaya kuliah. Akan tetapi, dirinya tetap bersyukur karena bisa membantu antar sesama.

“Oh iya, semua yang saya kerjakan itu terasa ringan, ketika saya melihat pasien bisa senyum, dan Alhamdulilah sembuh, rasa lelah semua bisa terbayarkan,” tandas perempuan yang sekarang melanjutkan studi S1 Keperawatan di STIKES Husada Jombang tersebut. (Am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *