KALIANDA – Pembangunan pagar RSUD Bob Bazaar (RSBB) senilai Rp1.281.347.056.00 dan pembangunan selasar di rumah sakit yang sama senilai Rp987.305.296.00 yang anggarannya berasal dari belanja tak terduga (BTT) dalam APBD 2020 untuk penanganan Covid-19 yang dilaksanakan tanpa tender diduga di mark-up.
Hal ini dapat dilihat dari kondisi hasil 2 pekerjaan tersebut di lapangan. Untuk pagar, dari pantauan tinggi pagar hanya kurang lebih 2 M, ketebalan hanya kurang lebih 5 CM dengan panjang pagar sekitar kurang lebih 100 M. Kondisi bangunan pun sederhana tidak ada yang istimewa, terkesan standar saja. Selain itu, pengerjaan pun diduga dilakukan tanpa perhitungan yang akurat, karena dapat dilihat tinggi antara sisi pagar dengan sisi pagar yang lainnya berbeda. Kemudian pagar tembok tersebut dicat tipis warna krem dan di bagian atas diberi kawat berduri.
“Wah, pembangunan pagar ini kalau 1 M mah kemahalan. Saya berani kalau borongan 700-800 juta, itu sudah cukup dapat untung yang lumayan. Apalagi kualitas dinding pagar biasa saja untuk ukuran bangunan senilai lebih dari 1 miliyar. Ditambah tinggi pagar terlihat tidak rata, satu sisi pagar dengan sisi pagar lainnya berbeda ketinggiannya,” ujar D. Armady warga Kecamatan Palas ini, saat ditemui di lokasi, Kamis 29 April 2021.
Di lokasi yang sama, pembangunan Selasar atau Koridor terlihat belum rampung dibangun. Dimana bangunan terlihat masih dengan kondisi semen kasar, dengan celah lubang kecil dimana-mana. Tidak berbeda jauh dengan kondisi lantai bangunan itu yang hanya baru sebatas semen hamparan dengan kondisi semen telah hancur menjadi tanah.













