banner 325x300
BeritaDaerah

Satukan Penggiat Mangrove, Forum Mangrove Merbau Resmi Terbentuk, Tanam 200 Bibit Mangrove

INFOBERITA.ID
3
×

Satukan Penggiat Mangrove, Forum Mangrove Merbau Resmi Terbentuk, Tanam 200 Bibit Mangrove

Share this article

Kepulauan Meranti, INFOBERITA – Semangat pelestarian lingkungan dan kepedulian terhadap kawasan pesisir terus tumbuh di Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Hal itu ditandai dengan bersatunya seluruh kelompok penggiat mangrove dalam sebuah pertemuan yang menghasilkan pembentukan Forum Mangrove Merbau, sekaligus melakukan aksi nyata penanaman 200 bibit mangrove menggunakan metode Drum Pot di kawasan pesisir MSJ-17, Desa Bagan Melibur, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan kelompok mangrove dari seluruh desa di Kecamatan Merbau, unsur pemerintah desa, organisasi kepemudaan, perusahaan, kelompok tani hutan, pelaku UMKM, hingga para pegiat lingkungan. Suasana penuh keakraban, semangat gotong royong, dan komitmen bersama mewarnai jalannya pertemuan.

Pembentukan Forum Mangrove Merbau menjadi tonggak penting dalam memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarkelompok pengelola mangrove di wilayah Kecamatan Merbau. Selama ini masing-masing kelompok telah menjalankan upaya pelestarian di wilayahnya masing-masing. Dengan adanya forum tersebut, seluruh potensi diharapkan dapat disatukan sehingga memberikan dampak yang lebih besar bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.Dalam musyawarah yang berlangsung secara demokratis, Sudirman, S.Pd., dipercaya secara aklamasi sebagai Ketua Forum Mangrove Merbau. Keputusan itu disepakati seluruh peserta sebagai bentuk kepercayaan terhadap komitmen dan dedikasinya dalam kegiatan pelestarian mangrove.

Usai terpilih, Sudirman mengatakan Forum Mangrove Merbau dibentuk sebagai wadah silaturahmi sekaligus sarana memperkuat sinergi seluruh kelompok penggiat mangrove di Kecamatan Merbau.

“Forum ini kami bentuk sebagai wadah silaturahmi seluruh penggiat mangrove se-Kecamatan Merbau. Selain memperkuat kebersamaan, forum ini juga menjadi langkah jemput bola terhadap berbagai program pemerintah mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti maupun perusahaan yang memiliki wilayah operasional di Kecamatan Merbau,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan forum tersebut mampu menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir.

“Kami membutuhkan dukungan dan doa dari seluruh pihak, baik pengurus forum, pemerintah di semua tingkatan maupun perusahaan yang beroperasi di wilayah kami. Dengan semangat kolaborasi ini kami optimistis mampu menjaga kelestarian mangrove demi lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, usai pembentukan forum seluruh peserta turun langsung ke kawasan pesisir MSJ-17 Desa Bagan Melibur untuk menanam 200 bibit mangrove menggunakan metode Drum Pot. Metode tersebut dipilih sebagai upaya meningkatkan tingkat keberhasilan pertumbuhan bibit di kawasan pesisir dengan karakteristik tertentu.

Penanaman dilakukan secara bergotong royong. Para peserta bersama-sama membawa bibit, menyiapkan media tanam, hingga menanam mangrove di sepanjang kawasan pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya mitigasi abrasi, pelestarian habitat biota pesisir, serta mendukung penyerapan karbon dalam menghadapi perubahan iklim.

Sekretaris Desa Bagan Melibur, Sony Afrizal, S.Pd., M.M., yang hadir mewakili pemerintah desa, mengapresiasi terbentuknya Forum Mangrove Merbau. Menurutnya, forum tersebut akan menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir.

Dukungan juga datang dari dunia usaha. Field CSR Assistant PT ITA, Wan Zulfan, S.E., menyatakan pihak perusahaan menyambut baik terbentuknya Forum Mangrove Merbau.

“Kami dari pihak perusahaan sangat mendukung terbentuknya Forum Mangrove Merbau. Semoga forum ini mampu menjadi wadah kolaborasi yang kuat antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” katanya.

Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga berbagai program pelestarian lingkungan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Desa Bagan Melibur Sony Afrizal, S.Pd., M.M., Kepala Dusun II Bagan Melibur Hamdani, Field CSR Assistant PT ITA Wan Zulfan, S.E., Akmalul Hadi, Andi Saputra, Ketua HIPMAM Merbau–Pekanbaru M. Lutfi Hidayatullah, Ketua OPP Kelurahan Teluk Belitung Yoldi Asadi, S.P., Ketua dan pengurus Kelompok Mangrove Khazanah Hijau Pesisir Desa Bagan Melibur, Ismulyadi, S.Pd., dari Kelompok Mangrove Imbang Mandiri Teluk Belitung, M. Ali, Epolizan, perwakilan KTH Rukun Sari Desa Mekar Sari, HKM Gaboktan Karya Bersama Desa Sungai Tengah, Mangrove Formula Desa Lukit, Mangrove Sungai Merambai Kelurahan Teluk Belitung, KTH Sungai Haji Desa Mayang Sari, serta perwakilan UMKM SAGU KU.

Melalui pembentukan Forum Mangrove Merbau, seluruh kelompok penggiat mangrove di Kecamatan Merbau diharapkan semakin solid dalam menyusun program pelestarian lingkungan, rehabilitasi kawasan pesisir, edukasi masyarakat, pemberdayaan ekonomi berbasis mangrove, hingga menjalin kemitraan dengan pemerintah dan dunia usaha.

Aksi penanaman 200 bibit mangrove tersebut menjadi simbol lahirnya komitmen bersama seluruh elemen masyarakat Merbau untuk menjaga kelestarian alam. Semangat gotong royong yang ditunjukkan para peserta menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi mewujudkan kawasan pesisir Kecamatan Merbau yang hijau, lestari, dan berkelanjutan.

 

(Amrizal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *