LAMPUNG SELATAN, INFOBERITA — Malam di Dusun Jogja, Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, mendadak geger. Seorang pria berinisial YSR, yang diketahui berstatus guru ASN di SMPN 1 Sidomulyo sekaligus anggota BPD Desa Sidodadi, diamankan warga setelah kepergok berada di rumah seorang perempuan berinisial L yang diketahui telah bersuami, Senin (31/08/2026)
Peristiwa tersebut terjadi Minggu (30/08/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Keberadaan YSR di rumah L sontak memicu kecurigaan warga, terlebih kedatangannya dilakukan pada larut malam.
Informasi yang dihimpun, YSR datang menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX sekitar pukul 22.30 WIB. Sebelum masuk, ia disebut sempat mondar-mandir di sekitar rumah.
Namun, gerak-geriknya akhirnya diketahui. Kerabat suami L berinisial T disebut melihat keberadaan YSR dan kemudian mengajak warga mendatangi rumah tersebut.
Warga mengetuk pintu depan dan meminta agar dibuka. Saat itu, YSR disebut berusaha keluar dari rumah menggunakan sepeda motornya.
Upaya tersebut kemudian dihentikan warga hingga YSR terjatuh. Warga selanjutnya mengamankan pria tersebut untuk mencegah situasi berkembang menjadi aksi main hakim sendiri.
“YSR sempat berusaha kabur, tapi berhasil dihentikan warga. Untungnya malam itu warga masih bisa menahan emosi. Dia hanya diamankan,” ujar seorang warga, Senin (31/8/2026).
Untuk menghindari terjadinya keributan, warga bersama pamong desa kemudian menghubungi pihak kepolisian.
Petugas Polsek Sidomulyo akhirnya datang dan menjemput YSR sekitar pukul 02.30 WIB, Senin (31/8/2026) dini hari. YSR kemudian dibawa ke Mapolsek Sidomulyo.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena YSR bukan warga biasa. Selain tercatat sebagai guru ASN yang bertugas di SMPN 1 Sidomulyo, YSR juga diketahui masih menjabat sebagai anggota BPD Desa Sidodadi.
Dengan status tersebut, keberadaan YSR di rumah seorang perempuan bersuami pada larut malam menjadi perhatian tersendiri di tengah masyarakat.
Meski demikian, dugaan adanya perbuatan mesum sebagaimana yang menjadi pembicaraan warga belum terbukti secara hukum. Hingga saat ini tidak terdapat proses hukum yang berjalan terkait dugaan tersebut.
Setelah diamankan, persoalan tersebut kemudian dimediasi di Mapolsek Sidomulyo pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Mediasi dihadiri YSR, L, A selaku suami L, serta DAS yang merupakan istri YSR. Keluarga masing-masing pihak turut hadir.
Kepala Desa Sidowaluyo Haroni dan Kepala Desa Sidodadi Sigig Edi Lukman juga hadir untuk mendampingi warganya.
Haroni membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Namun, ia mengatakan tidak mengetahui secara langsung apa yang terjadi di dalam rumah.
“Kejadian persisnya saya tidak tahu. Kedatangan saya ke Mapolsek Sidomulyo ini kewajiban saya sebagai pimpinan desa untuk mendampingi warga,” ujarnya.
Haroni juga memastikan warga tidak melakukan kekerasan terhadap YSR.
“Malam itu YSR tidak diapa-apakan warga, hanya diamankan. Mereka menunggu kedatangan A, suami L,” katanya.
Setelah dilakukan musyawarah, kedua pihak akhirnya memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan dan surat perdamaian.
Kanit Reskrim Polsek Sidomulyo, Aiptu M. Aripin, membenarkan bahwa persoalan tersebut berakhir dengan kesepakatan damai.
Menurut Aripin, tidak adanya laporan resmi dari pihak yang merasa berkepentingan membuat perkara tersebut tidak berlanjut ke proses hukum.
“Karena pihak yang bersangkutan tidak meneruskan dan membuat laporan resmi, maka tidak ada proses hukum lebih lanjut atas peristiwa tersebut. Kedua pihak telah sepakat berdamai dengan adanya surat pernyataan maupun surat perdamaian,” terang Aripin.
Ia menjelaskan, mediasi semula hendak dilakukan di kantor desa. Namun, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pergerakan massa, proses mediasi akhirnya dipindahkan ke Mapolsek Sidomulyo.
Dengan adanya perdamaian tersebut, persoalan secara hukum tidak berlanjut. Namun, keberadaan seorang guru ASN sekaligus anggota BPD di rumah perempuan bersuami pada tengah malam, yang kemudian diketahui warga hingga berujung pengamanan oleh polisi, tetap menjadi peristiwa yang menyita perhatian masyarakat Sidomulyo.
Dicky












