banner 325x300
BeritaDaerahKesehatanPendidikanSekilas Info

Parah, Baru Beroperasi Dapur SPPG Sidorejo 2 Bagikan Nasi Goreng Basi Ke Siswa SD

INFOBERITA.ID
210
×

Parah, Baru Beroperasi Dapur SPPG Sidorejo 2 Bagikan Nasi Goreng Basi Ke Siswa SD

Share this article
Dapur SPPG Sidorejo 2

LAMPUNG SELATAN, INFOBERITA – Keamanan makanan untuk siswa Sekolah Dasar (SD) kembali menjadi sorotan. Dapur SPPG Sidorejo 2 di Kecamatan Sidomulyo yang diketahui masih baru beroperasi  dipertanyakan kesiapannya setelah menu nasi goreng yang dibagikan kepada siswa SD dilaporkan berbau basi saat tiba di sekolah.

Fakta bahwa insiden ini terjadi pada dapur yang belum lama berjalan memicu tanda tanya besar. Publik menilai, fasilitas yang masih dalam tahap awal operasional seharusnya menerapkan pengawasan mutu ekstra ketat, bukan justru sudah menghadapi dugaan kegagalan dalam menjaga kelayakan makanan anak-anak.

Laporan dari sekolah menyebutkan bau tidak sedap tercium dari sebagian porsi saat makanan diterima. Artinya, penurunan mutu diduga sudah terjadi sebelum makanan dikonsumsi siswa.

Kepala Dapur SPPG Sidorejo 2, Putri Ayu, mengakui adanya porsi bermasalah dan menyampaikan permintaan maaf.

“Ada porsi kecil yang tercium bau basi. Kami sudah menghubungi sekolah agar makanan tersebut tidak dikonsumsi dan akan diganti dengan makanan kering pada hari Kamis,” jelasnya, Rabu (11/2/2026).

Pihak dapur menyebut makanan telah melalui uji organoleptik oleh ahli gizi sebelum distribusi. Namun pernyataan tersebut justru mempertegas pertanyaan: bagaimana makanan yang telah dinyatakan layak bisa terindikasi basi saat sampai di sekolah? Kondisi ini mengarah pada dugaan lemahnya pengendalian suhu, penyimpanan makanan matang, atau sistem distribusi dari dapur.

Sorotan semakin tajam karena dapur SPPG Sidorejo 2 belum lama beroperasi. Artinya, sistem manajemen mutu, kesiapan fasilitas, serta pengawasan keamanan pangan seharusnya masih dalam tahap pengawasan ketat. Insiden ini justru memunculkan kesan bahwa dapur belum sepenuhnya siap namun sudah menyalurkan konsumsi untuk siswa.

Sebagai langkah sementara, pihak dapur menyatakan menu nasi goreng dihentikan dan akan melakukan evaluasi internal. Mereka juga mengklaim pengawasan sudah berjalan sesuai SOP. Namun tanpa transparansi rinci mengenai prosedur kontrol terakhir sebelum makanan dikirim, klaim tersebut dinilai belum cukup menjawab kekhawatiran publik.

Sejumlah orang tua murid mengaku cemas dan meminta langkah tegas

“Kalau dapurnya masih baru tapi sudah ada makanan diduga basi, sebaiknya dihentikan dulu operasionalnya sampai benar-benar siap. Jangan sampai anak-anak jadi korban,” ujar salah satu wali murid.

Menanggapi hal itu, masyarakat mendesak Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan melakukan pemeriksaan menyeluruh sekaligus mempertimbangkan penghentian sementara operasional dapur sampai hasil evaluasi menyatakan fasilitas, sistem penyimpanan, dan prosedur distribusi benar-benar aman.

Meski belum ada laporan resmi siswa mengalami gangguan kesehatan, publik menilai langkah pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu munculnya korban.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa dapur penyedia makanan sekolah, terlebih yang masih baru beroperasi , tidak boleh setengah siap. Jika standar keamanan pangan belum benar-benar matang, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi pengelola, tetapi kesehatan anak-anak sekolah.

(Dicky​)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *