banner 325x300
Ekonomi

Deny Ubah Bahan Sisa Bangunan Jadi Pot Bunga Ciamik

181
×

Deny Ubah Bahan Sisa Bangunan Jadi Pot Bunga Ciamik

Share this article
Kalianda — Ditengah pandemi covid-19 membuat banyak orang kehilangan mata pencarian untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.
Namun hal itu tak membuat pria asal Desa Maja, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan kehilangan ide kreatifnya untuk tetap bertahan ditengah sulitnya perekonomian akibat pandemi covid-19.
Pria itu adalah Deny irawan berusia (35) bekerja sebagai tenaga freelance sebuah Wedding Organizer (WO) di Kalianda, Semenjak pandemi melanda Deny mengaku pengahasilan yang selama ini ia dapatkan dari upah dekor wedding organizer tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan harian ketiga anaknya.
Foto pot bunga dilokasi pembuatan di Desa Maja kecamatan Kalianda
Tidak pantang menyerah, dengan kreatifitas yang dimiliki ia memanfaatkan waktu dan modal seadanya untuk membuat pot bunga yang unik. Tidak disangka hasil karya pot bunga Deny banyak disukai pasar dan semakin banyak orderan pot bunga yang terima. Namun terkendala dimodal dan tenaga sehingga agak kesulitan untuk memenuhi keinginan pelanggan.
Bermodalkan alat seadanya, Deny setiap hari membuat pot bunga yang telah dipesan oleh pembeli.
Untuk membuat sebuah pot bunga, Deny harus menghabiskan waktu dua jam, dalam pembuatan pot bunga ini membutuhkan tahapan yang harus dikerjakan, mulai dari membuat pola, mengaduk bahan pot, mengukir serta proses pewarnaan.
Deny mengungkapkan, ide untuk membuat pot bunga ini berawal dari banyaknya masyarakat yang gemar mengkoleksi bonsai dan bunga ditengah covid-19.
“Melihat peluang itu saya mengumpulkan bahan seadaanya seperti sisa pasir, semen dan cat, untuk proses alat pembuatan mengunakan bahan bekas cakram motor untuk pemutar alat pembuatan pot bunga.” kata deni ditengah kesibukan mebuatan pot bunga, Kamis (18/2/2021).
Dalam sehari bisa memproduksi 5 pot bunga, dimana satu buah pot dijual dengan harga 50 ribu sampai 150 ribu rupiah tergantung ukuran dan design.
“beberapa bulan ini banyak peningkatan permintaan, meskipun masih berada di wilayah seputaran Lampung.” ungkapnya. (Hrg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *