BOJONEGORO – Manusia adalah makhluk Allah yang istimewa, makhluk yang diberi akal untuk berpikir sebelum bertindak. Tentunya makhluk yang berinovasi terus berubah dan mengembangkan diri. Namun, dalam kehidupan tentunya mengemukakan pendapat sendiri bukanlah hal yang dilarang. Zaman modern, zaman berinovasi, zaman serba luar biasa, Perempuan harus BERPERAN bukan BAPERAN.
Maka dari itu Ida Fatmawati, Ketua Kopri PK. PMII Unigoro Bojonegoro, saat ditemui infoberita.id, Kamis (17/12/2020), mengajak semua perempuan untuk berperan di segala bidang, karena dewasa ini telah banyak perempuan yang menggunakan haknya dengan bijaksana. Perempuan dengan jenjang pendidikan tinggi, telah mampu berperan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Walaupun jumlahnya masih tergolong rendah, namun telah banyak perempuan yang mampu menunjukkan prestasinya dalam bidang yang digelutinya.
“Ketepatan perempuan dalam memanfaatkan haknya secara maksimal ditunjukkan dengan karya yang dihasilkan, nyatanya itu telah memberikan manfaat bagi berbagai pihak,” kata perempuan asal Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro ini.
Masih menurut Ida, perempuan jangan mau diperbudak oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun itu. Namun, ada satu hal yang tidak akan berubah yaitu berperan. Berperan dalam mengubah dunia, berperan dalam melawan ketidakadilan, dan hal yang terkecil berperan dalam berpikir. Perspektif tidak memandang jenis kelamin, siapapun dia mempunyai hak untuk perpendapat dan bertindak.
Cantik memang identik dengan perempuan. Akan tetapi Kecerdasanpun harus dimilikinya. Namun terlepas dari itu, perempuan harus berperan untuk kemerdekaan dirinya dan ibu pertiwi. “Jadi, pemimpin perempuan itu berat, berat kalau cuman di lewati dengan baperan, maka kita sebagai perempuan harus berperan. Lemahmu boleh dalam perasaan, tapi jiwamu jangan,” ujar perempuan yang juga Ketua PAC IPPNU Tambakrejo.
Mahasiswa semester akhir Universitas Bojonegegoro ini berpesan, tetaplah dalam garis perjuangan sejati, karena prosesmu lebih cemerlang di banding mereka yang menikmati hasil dari setiap proses yang kamu lakukan.
“Jangan menjadi perempuan yang ingin dipuji karena cantik, memang jika dipuji cantik itu menyenangkan. Akan tetapi dikagumi karena prestasi jauh lebih membanggakan,” tandasnya. (Am)












