banner 325x300
BeritaDaerah

Blasting PT Bima Mix Diduga Mengancam Nyawa, DPRD Minta Semua Pihak Dipanggil, Jangan Tunggu Korban Jatuh

INFOBERITA.ID
112
×

Blasting PT Bima Mix Diduga Mengancam Nyawa, DPRD Minta Semua Pihak Dipanggil, Jangan Tunggu Korban Jatuh

Share this article

LAMPUNG SELATAN, INFOBERITA – Aktivitas blasting yang dilakukan PT Bima Mix di Desa Tanjung Agung dan Tanjung Ratu Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, kini memasuki fase yang jauh lebih mengkhawatirkan. Ini bukan lagi sekadar keluhan warga melainkan dugaan ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa manusia.

Batu hasil peledakan yang terlempar hingga ke kebun bahkan menghantam pondok warga bukanlah insiden biasa. Kondisi ini menjadi indikasi kuat bahwa sistem keselamatan diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Jika situasi ini terus dibiarkan, pertanyaan besar pun muncul: apakah harus menunggu korban jiwa terlebih dahulu baru ada tindakan tegas?

Flyrock Keluar Area: Alarm Bahaya Nyata
Dalam praktik pertambangan, flyrock yang keluar dari area blasting merupakan pelanggaran serius.

Fakta di lapangan mengarah pada dugaan :

1. Zona aman tidak dihitung secara tepat
2. Pengendalian peledakan tidak maksimal
3. Prosedur keselamatan diabaikan
Ini bukan lagi sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut keselamatan manusia.

“Kalau batu sebesar itu kena orang, bisa berakibat fatal. Ini sangat berbahaya,” ungkap warga.

Warga Terdesak di Tanah Sendiri

Ironisnya, warga yang memiliki lahan sah justru harus menghentikan aktivitasnya setiap kali blasting dilakukan.

Dampak yang dirasakan:
• Rasa aman hilang
• Aktivitas berkebun terganggu
• Hak atas lahan seolah terabaikan
• Jika lahan tersebut belum dibebaskan secara sah, maka pembatasan terhadap warga patut dipertanyakan secara hukum dan moral.

DPRD Turun Tangan: Minta Semua Pihak Duduk Bersama.

Anggota DPRD Lampung Selatan, Farizal Purba (Fraksi Gerindra, Dapil 7), turut angkat bicara dan meminta persoalan ini segera ditangani secara serius.

“Saya menghimbau dan meminta pihak kecamatan Katibung segera memanggil Kepala Desa Tanjung Agung dan Tanjung Ratu, pihak perusahaan PT Bima Mix, serta menghadirkan warga yang terdampak langsung maupun tidak langsung. Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegas Farizal Purba, Jum’at (27/3/2026).

Ia menekankan bahwa penyelesaian harus melibatkan semua pihak agar tidak menimbulkan konflik yang lebih besar.

“Kita berharap pihak-pihak yang memiliki kapasitas dan kewenangan bisa duduk bersama mencari solusi terbaik, agar perusahaan tetap bisa berjalan, namun masyarakat tidak dirugikan dan tidak terganggu dalam menjalankan aktivitasnya, terutama dalam berkebun,” lanjutnya.

Potensi Kelalaian dan Konsekuensi Hukum

Jika terbukti terjadi kelalaian yang membahayakan keselamatan umum, maka persoalan ini tidak hanya berhenti pada administrasi.

Konsekuensinya bisa masuk ranah pidana, terutama jika :

1.Mengancam keselamatan warga
2.Mengabaikan standar keselamatan kerja
3.Menimbulkan risiko fatal

Pengawasan Dipertanyakan

Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan serius terhadap fungsi pengawasan:

1. Mengapa aktivitas blasting terus berlangsung dekat lahan warga?
2. Di mana peran pengawasan dari instansi terkait?
3. Apakah tindakan pencegahan sudah maksimal?

Jika tidak ada langkah cepat, publik berpotensi menilai adanya pembiaran.

Desakan Warga: Hentikan Sementara

Masyarakat mendesak langkah konkret:

1. Penghentian sementara aktivitas blasting
2. Investigasi menyeluruh dan transparan
3. Audit sistem keselamatan perusahaan
Penegakan hukum jika terbukti ada pelanggaran

PT Bima Mix Belum Memberi Klarifikasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Bima Mix belum memberikan pernyataan resmi. Kondisi ini semakin memicu kekhawatiran dan ketegangan di tengah masyarakat.

Kesimpulan: Jangan Tunggu Korban
Situasi ini tidak bisa lagi dianggap biasa. Ini bukan sekadar gangguan lingkungan, melainkan potensi ancaman terhadap keselamatan warga.

Berita sebelumnya:

Dicky​

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *