banner 325x300
BeritaDaerah

Cegah Karhutla Sejak Dini, Babinsa Koramil 421-06/Natar Edukasi Siswa SD di Wilayah Natar

INFOBERITA.ID
4
×

Cegah Karhutla Sejak Dini, Babinsa Koramil 421-06/Natar Edukasi Siswa SD di Wilayah Natar

Share this article

LAMPUNG SELATAN, INFOBERITA – Mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan hanya soal memadamkan api ketika kebakaran terjadi. Jauh lebih penting, kesadaran menjaga lingkungan ditanamkan sejak dini, termasuk kepada anak-anak di lingkungan sekolah.

Langkah tersebut dilakukan Babinsa Koramil 421-06/Natar, Kodim 0421/Lampung Selatan, dengan turun langsung memberikan edukasi pencegahan Karhutla di sejumlah sekolah dasar (SD) yang tersebar di wilayah Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menyampaikan imbauan. Para Babinsa juga membagikan serta menempelkan brosur pencegahan Karhutla di lingkungan sekolah, sehingga pesan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran dapat dibaca dan menjadi pengingat bagi guru, siswa maupun warga sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, Serma Feri Agustian melaksanakan sosialisasi di SDN 01 Bumisari, Koptu Joko Mustika di SDN 03 Muara Putih, Serka Rian Novra Jaya di SDN 01 dan 02 Tanjung Sari, serta Sertu Ahmad Anuar di SDN 01, 02, 03, 04 dan 05 Merak Batin.

Selain itu, Serka Rian Novra Jaya juga melaksanakan edukasi di SDN 01, 02, 03 dan 04 Natar, Serma Ake Indrawantoro di SDN 01, 02, 03 dan 04 Branti Raya, serta Serka Ayatul Komini di SDN 01, 02 dan 03 Negara Ratu.

Di setiap sekolah, Babinsa berkomunikasi langsung dengan pihak sekolah sekaligus mengajak seluruh warga sekolah untuk ikut menjaga lingkungan. Para siswa diberikan pemahaman sederhana mengenai berbagai hal yang dapat memicu kebakaran, termasuk pentingnya tidak melakukan pembakaran sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran.

Perwakilan Babinsa Koramil 421-06/Natar, Serma Feri Agustian, mengatakan pencegahan Karhutla harus dimulai dari kesadaran dan kepedulian bersama. Menurutnya, sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk menanamkan pemahaman tersebut sejak dini, karena pesan yang diterima siswa dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

“Melalui kegiatan ini kami mengajak pihak sekolah dan para siswa untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan. Hal sederhana seperti tidak membakar sampah sembarangan dan segera melaporkan apabila melihat potensi kebakaran merupakan bagian dari upaya mencegah Karhutla,” ujar Serma Feri.

Ia menambahkan, Babinsa tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan di wilayah, tetapi juga berupaya melakukan langkah pencegahan melalui komunikasi dan edukasi. Karena itu, sosialisasi akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan.

“Kami berharap para siswa tidak hanya memahami pesan ini untuk dirinya sendiri, tetapi juga bisa menyampaikannya kepada orang tua dan keluarga di rumah. Semakin banyak yang peduli, semakin besar pula upaya kita dalam mencegah terjadinya Karhutla,” lanjutnya.

Danramil 421-06/Natar, Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo, menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, edukasi kepada siswa merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan. Dengan pemahaman yang diberikan sejak dini, diharapkan tumbuh kebiasaan untuk menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Anak-anak adalah generasi penerus yang juga memiliki peran dalam menjaga lingkungan. Karena itu, kami terus mendorong Babinsa untuk hadir memberikan edukasi secara langsung, sehingga pesan pencegahan Karhutla tidak hanya dipahami di sekolah, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan tempat tinggal,” tegas Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo.

Ia menambahkan, jajaran Koramil 421-06/Natar akan terus meningkatkan upaya pencegahan melalui kegiatan kewilayahan, termasuk memberikan imbauan kepada masyarakat serta membangun komunikasi dengan pihak sekolah dan berbagai unsur terkait.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Jangan menunggu sampai terjadi kebakaran baru bertindak. Pencegahan jauh lebih penting, dan itu bisa dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

Selain memberikan edukasi secara langsung, brosur imbauan pencegahan Karhutla juga ditempel di sejumlah titik yang mudah terlihat di lingkungan sekolah. Langkah tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah agar senantiasa menjaga lingkungan dan waspada terhadap potensi kebakaran.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan peran aktif Babinsa sebagai aparat kewilayahan yang hadir bukan hanya untuk membangun komunikasi, tetapi juga mengambil langkah preventif melalui edukasi dan mengajak masyarakat terlibat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Dari lingkungan sekolah, pesan tersebut diharapkan dapat dibawa pulang oleh para siswa dan diteruskan kepada keluarga. Dengan demikian, edukasi pencegahan Karhutla tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat berkembang menjadi kesadaran bersama di tengah masyarakat.

Mencegah Karhutla bukan hanya tugas aparat. Kepedulian yang dimulai dari lingkungan sekolah dan keluarga dapat menjadi langkah nyata untuk menjaga lingkungan serta mencegah kebakaran sejak dini

Heriindarto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *