banner 325x300
Daerah

Mengungkapkan Perasaan Lewat Menari

443
×

Mengungkapkan Perasaan Lewat Menari

Share this article

BLORA – Hobi menari sejak kecil, membuat Cikitha Riski Avionitha memiliki banyak pengalaman tampil menari. Sederet prestasi di bidang tari dimilikinya. Baik tari tunggal atupun berpasangan.

Perempuan kelahiran Blora, 7 Desember 1998 ini menceritakan, dari kecil atau TK sudah suka menari lanjut sampai kuliah, karena saking cintanya.

“Menari itu buat saya merupakan cara untuk mengungkapkan perasaan. Misal, lagi kesel ya pelampiasannya menari,” ungkapnya kepada infoberita.id, Jumat (18/12/2020).

Mahasiswa semester akhir IKIP PGRI Bojonegoro ini melanjutkan, saat dulu waktu SMP juga sering diajak nari untuk ngisi mantenan. Bahkan, menari sudah menyatu pada dirinya. Di ibaratkan sebuah perasaan pasangan yang bisa menyatu di setiap gerakan, karena penuh makna.

“Padahal awalnya lebih suka ke dance. Akan tetapi semakin besar lebih mencintai dan menikmati tari tradisional seperti tari gambyong, merak, lilin, kayangan api, dan tari tengul,” tuturnya.

Perempuan warga Jl. Menden Gang Lori No. 69 RT/RW 001/002 Desa Pilang, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora ini menyampaikan, dia juga waktu SMA pernah menjadi juara 1 tari gambyong tingkat kabupaten. Dan waktu kuliah juara 2 IKIP Star Talent.

Chikita sapaanya menambahkan, tari yang susah itu menurutnya adalah tari tengul, karena ada gerakan mulut. “Biasanya kalau nari itu paling cuma ekspresi senyum, marah, sedih, kalau tari tengul mulute harus aktif,” imbuh perempuan yang pernah menjadi bendahara UKM Tari Gaganeswara IKIP PGRI Bojonegoro ini. (Am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *