LAMPUNG, INFOBERITA – Salah satu Program Nasional yang gencar dilaksanakan pada tahun ini yakni program ketahanan pangan yang telah menyeluruh keseluruh pelosok Nusantara, tak terkecuali para Babinsa Koramil 421-06/Natar, Kodim 0421/Lamsel terus berupaya untuk mendukung ketahanan pangan demi mewujudkan Swasembada Pangan Nasional agar terciptanya Kesejahteraan dan Kemakmuran petani binaan.
Sektor pertanian merupakan tulang punggung ketahanan pangan dan hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat, karena tingkat kebutuhan masyarakat yang relatif tinggi, maka petani diharapkan senantiasa menjaga dan merawat tanamannya dengan baik, agar mencapai target yang dibutuhkan dan dapat menjaga stabilitas harga bahan pangan dipasar.
Di bawah langit yang bersahabat, para petani di Desa Bandarejo bersiap menyambut momen puncak dari kerja keras berbulan-bulan lamanya, yaitu masa panen Raya, panen adalah saat yang paling dinanti dan ditunggu oleh petani dalam mengenyam hasil kerjanya dalam kurun waktu 3 sampai 4 bulan.
Pasiter Kodim 0421/Lamsel, Kapten Inf Asyadi beserta Babinsa Bandarejo Sertu Budi Pranoto selaku pelaksana lapangan, bekerja keras mengoptimalkan kerjanya dalam melakukan penyerapan gabah dari petani, mendampingi Tim dari Bulog Cabang Kalianda Lampung Selatan, dalam penyerapan Gabah Petani di Desa Bandarejo Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (03/04/2025).
Dilokasi Sergap, Pasiter Kodim 0421/Lamsel, Kapten Inf Asyadi menjelaskan, tujuan serapan gabah petani adalah untuk membantu petani, mengisi cadangan pangan pemerintah, dan mensejahterakan petani, untuk itu Bulog Cabang Kalianda bersama TNI Khususnya Kodim, Koramil dan Instansi terkait melakukan percepatan penyerapan gabah dari petani di Kabupaten Lampung Selatan.
Tim Sergap Bulog yang terdiri dari Jajaran Kodim 0421/Lamsel, Tim LO, Tim Bulog, KUPT Pertanian dan PPL tingkat Desa langsung turun ke sawah untuk melakukan transaksi penyerapan gabah petani.
“Langkah turun langsung ke sawah itu dilakukan Babinsa supaya harga pasar gabah ditingkat petani tidak anjlog, sehingga petani dapat merasakan hasil kerjanya yang sangat diharapkan, hal ini dilakukan bertujuan untuk percepatan serapan oleh Bulog Cabang Kalianda Lampung Selatan juga stok gabah dan beras secara nasional,”jelas Pasiter.
Lanjutnya, Danramil memerintahkan kepada Babinsanya agar mengawasi dan memantau pihak ketiga yaitu tengkulak yang masuk ke petani dengan membeli gabah di bawah ketentuan pemerintah yaitu Rp. 6.500,- perkilogram, dengan kerjasama yang saling bahu-membahu dalam rangka percepatan penyerapan gabah petani, diharapkannya swasembada pangan nasional yang menjadi program pemerintah Republik Indonesia segera terwujud.
“Sudah menjadi kebiasaan dan bukan rahasia lagi, sejak lama petani di Indonesia tak pernah menikmati 100% hasil dari kerja keras mereka dalam waktu tiga sampai 4 bulan bercocok tanam padi, harga yang rendah membuat petani tak bisa berbuat apa-apa saat harga anjlok, berapapun total hasil panen dari petani, mereka bayar sesuai yang disepakati,” tandas Pasiter.
Senada, Pinca Bulog Cabang Lampung Selatan, Nurmulyati Syahroni menyampaikan, bahwa pihak Bulog juga komitmennya untuk terus menyerap gabah dari petani lokal guna menjaga ketersediaan stok beras Nasional.
“Kami berharap kerjasama ini dapat memberikan manfaat bagi petani dan memastikan kesejahteraan mereka tetap terjaga, diharapkan para petani di wilayah Lampung Selatan semakin termotivasi untuk meningkatkan produksi pertanian mereka, serta terjamin dalam penyaluran hasil panennya,”ujarnya.

Terpantau oleh infoberita.id di lokasi pansn, Sunarto, Sobirin, Rudianto, Suwito, dan Iban selaku pemilik padi tersenyum sumringah penuh bahagia karena hasil jerih payah mereka selama 3 sampai 4 bulan dibeli Bulog dengan harga Rp. 6.500,- perkilogram, harapan mereka agar kesejahteraan petani lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah.
Bulog Cabang Kalianda berhasil menyerap sebanyak 20 ton gabah kering panen di Desa Bandarejo hari ini dan seluruh gabah tersebut dibeli dengan harga Rp 6.500,- per kilogram sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Penulis:Heriindarto952












