banner 325x300
Pendidikan

Heny Nur Aisyah; Beri J E D A Pada Kecewa, Agar Ada Tawa dan Bahagia

184
×

Heny Nur Aisyah; Beri J E D A Pada Kecewa, Agar Ada Tawa dan Bahagia

Share this article

BOJONEGORO – Dunia tulis menulis tentunya sangat menarik bagi setiap manusia. Bisa jadi sudah menjadi hobi dan kebiasaan. Begitu juga Heny Nur Aisyah. Seorang guru sejarah di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Bojonegoro yang sudah memiliki satu karya buku berjudul “J E D A”.

November adalah waktu yang tepat untuk menenangkan diri, dan berharap semua doa serta harapan terkabulkan. Agar tidak terlalu kecewa perihal hati dan harapan.

Kemarin, (04/11/2020). Saat adzan Isya berkumandang. Dara cantik yang memakai hijab hitam, dengan kesederhanaanya bercerita perihal proses terbit karyanya. Iya betul, Dara cantik itu bernama Heny Nur Aisyah lulusan Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Malang.

Dia bercerita proses terciptanya buku “J E D A”, karena adanya gejolak hati yang di alaminya. Dimana Heny, sedang marah pada diri sendiri, kecewa, dan terluka dengan keadaan. Akhirnya dilampiaskan dengan hal yang positif yaitu menuangkannya dengan menulis.

“Beri jeda pada kecewa, agar tumbuh tawa dan bahagia,” ucap Dara cantik lulusan Universitas Negeri Malang ini.

Selain menulis, Heny sapaan sehari-harinya juga memiliki kegiatan yaitu menjadi pengajar di SMAN Sugihwaras dan SMA Islam Temayang.

“Dalam kehidupan sehari-hari tentunya banyak hal dalam memaknai sesuatu. Terkadang menurut kita benar, belum tentu menurut sudut pandang lain benar. Kita mudah menghakimi seseorang, tapi memahami diri sendiri itu sulitnya minta ampun,” paparnya.

Dengan menulis, Heny bisa berbagi kebahagiaan dan tawa. Serta bisa memberi kemanfaatan bagi dirinya sendiri atau pun masyarakat luas.

Buku “J E D A” terbit pada tahun 2019 di salah satu penerbit indie yaitu NUNTERA. Optimisme Heny sangat tinggi. Dia selain menulis dan menjadi pengajar, ternyata Dia menyukai dunia gambar menggambar.

Dari situ, Dia ingin menjadi perempuan yang selalu ingin menemukan bahagia bagaimanapun keadaannya.

“Mari kita maknai jeda ini sebagai jendelanya dada. Agar dada tidak sumpek. Agar dada lebih dingin. Dan akhirnya bahagia,” pesannya. (Am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *